Mother&Baby Indonesia
Moms, Kenali Perawatan Metode Kanguru dan Manfaatnya

Moms, Kenali Perawatan Metode Kanguru dan Manfaatnya

Salah satu perawatan bayi prematur di rumah adalah dengan metode kangaroo mother care atau perawatan metode kanguru (PMK). Selain memberikan ikatan kuat antara Moms dan Si Kecil, melalui metode ini, bayi akan mendapatkan kegangatan yang dibutuhkan.

Metode ini pertama kali dikenalkan pada 1979 oleh Ray dan Martinez di Bogota, Columbia. Metode ini muncul sebagai respons terhadap tingginya tingkat kematian bayi prematur yang ada di wilayah tersebut, akibat fasilitas kesehatan yang terbatas.

Seperti namanya, metode ini meniru binatang kanguru yang melahirkan bayi sangat prematur. Setelah lahir, bayi kanguru disimpan di kantong perut ibunya untuk mencegah kedinginan sekaligus bisa menyusu langsung ke induknya.



Untuk Moms, PMK dilakukan dengan melibatkan kontak antara kulit Anda dengan Si Kecil. Di sini, kulit Moms berfungsi sebagai thermoregulator bagi Si Kecil. Dengan demikian, ia akan mendapatkan kehangatan dari Anda.

Bayi kecil yang baru lahir pun tidak boleh terkena udara terlalu dingin, karena dapat merusak semua organ tubuhnya dan menyebabkan infeksi. Oleh sebab itu, jaga agar tubuh bayi selalu hangat.


Manfaat PMK

Selain memberi kehangatan, PMK juga memiliki manfaat lain yang bisa dirasakan Si Kecil maupun Moms. Berbagai manfaat tersebut di antaranya:

1. Mudah beradaptasi

Menurut Malika D. Shah, M.D., assistant professor dokter anak dan neonatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, AS, bayi tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri pasca-persalinan. Karenanya dengan kontak antara kulit, ia merasa nyaman. Karena kulit Anda memiliki suhu yang sama seperti di dalam rahim, bayi akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pasca-kelahirannya.

2. Berat badan meningkat



One Cochrane Library menyimpulkan bahwa kontak kulit dapat meningkatkan berat badan bayi baru lahir. Ketika bayi hangat, mereka tidak perlu menggunakan energi yang besar untuk mengatur suhu tubuhnya.

“Sebagai gantinya, bayi bisa menggunakan energi tersebut untuk proses pertumbuhan,” jelas Susan M. Ludington, R.N., Ph.D., direktur eksekutif dari United States Institute for Kangaroo Care.

3. Menurunkan risiko depresi pasca-persalinan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perawatan metode kanguru mengurangi postpartum depression atau depresi pasca persalinan. Menurut Journal of Maternal/Child Nursing, kontak antar kulit dapat meminimalkan risiko depresi. Ini karena saat proses kontak kulit tersebut, hormon oksitosin dikeluarkan sehingga mengurangi rasa cemas.

4. Lebih mudah menyusui

“Bayi baru lahir secara naluri memiliki indera penciuman yang tajam. Skin-to-skin akan membantu bayi secara alami mencari puting ibunya untuk menyusu,” ujar Katie Dunning, R.N., koordinator klinik melahirkan di Mount Sinai Hospital.

Bahkan, Moms yang berlatih PMK lebih mungkin untuk menyusui secara eksklusif. Rata-rata, ibu ini memberikan ASI 3 bulan lebih lama daripada mereka yang tidak berlatih perawatan metode kanguru sebelumnya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   prematur,   perawatan metode kanguru,   kangaroo mother care