Mother&Baby Indonesia
Kuis: Siapkah Anda Hadapi Perubahan Bayi Jadi Balita?

Kuis: Siapkah Anda Hadapi Perubahan Bayi Jadi Balita?

Siapa yang akan mengira, bayi Anda yang super manis berubah menjadi balita yang suka tantrum. Ya, 90 persen balita berusia 2-3 tahun memang akan melewati fase tantrum. Hal ini karena pemahaman dan keinginan mereka mulai berkembang, namun tak sejalan dengan kemampuan bahasanya. Inilah yang menyebabkannya tertekan dan frustrasi hingga tantrum.

Karena itu, Moms perlu melengkapi diri dengan kemampuan parenting yang baru. Untuk mengujinya, Anda bisa menjawab pertanyaan berikut dan periksa nilai Anda untuk mengetahui kesiapan dengan fase transisi Si Kecil dari bayi menjadi balita.




1. Negosiasi

Anda harus pergi ke luar rumah membeli sesuatu. Namun ketika diajak, Si Kecil berteriak, “Enggak!” padahal Anda tak mungkin meninggalkannya sendiri di rumah. Bagaimana cara Anda mengajaknya ke luar rumah?

a. Mengatakan, “Oke kalau kamu tak mau ikut,” sambil berpura-pura ke luar rumah dan pergi.

b. Menyerah dengan permintaannya dan bergabung bersamanya menonton film kesukaannya.

c. Tegas kepadanya dengan mengatakan kalau Anda akan pergi sekarang, lalu menggendongnya.


2. Energi

Si Kecil sudah bangun sejak pukul 5 pagi. Anda berdua sudah bermain ke taman, melakukan playdate, dan pergi ke baby gym. Namun ia tetap terlihat segar dan tak mau tidur siang. Apa yang Anda lakukan?

a. Menyalakan televisi. Itulah gunanya acara di BabyTV

b. Menciptakan waktu tenang dengan meredupkan penerangan di kamar dan berpelukan di tempat tidur sambil membacakannya buku.

c. menelepon seorang teman untuk playdate berikutnya.


3. Disiplin

Si Kecil bertengkar di sebuah playground. Apa reaksi Anda?

a. Memutar bola mata Anda ke arah orang tua anak tersebut sambil berkata, “Namanya juga anak-anak.”

b. Dengan kalem, mengambil ia dari playground dan memberinya time out selama 5 menit.

c. Berteriak kepadanya untuk berhenti bertingkah kasar dan mau main bersama.


4. Kreativitas

Si Kecil berkali-kali merengek minta iPad. Namun Anda dengan tegas mengatakan bahwa ia hanya boleh memainkannya setelah tidur siang. Aktivitas apa yang bisa Anda lakukan bersamanya selain bermain gadget?

a. Gunakan mainannya. Buatlah aktivitas menarik dengan mainan tersebut, misalnya bermain peran.

b. Pergi ke luar rumah, sekadar berjalan-jalan keliling kompleks atau duduk di teras.

c. Anda harus meminta bantuan Google untuk mencari aktivitas yang menarik bagi Si Kecil namun tak membuat Anda lelah.


5. Stamina

Yang umumnya selalu ingin dilakukan balita adalah berlarian ke sana ke mari. Sangat melelahkan untuk menjaganya. Apa yang Anda lakukan?

a. Menghabiskan sepanjang hari bersama Si Kecil dengan melakukan permainan yang cenderung 'lembut' dan tak melakukan banyak gerak.

b. Membiarkannya beraktivitas dan banyak bergerak di pagi hari, kemudian memberikannya buku stiker untuk ditempeli di siang hari.

c. Jika sudah mulai berlarian, Anda segera 'mengikatnya' di stroller.


6. Kesabaran

Si Kecil kembali memainkan dan mengacak-acak isi tas Anda untuk ke-5 kalinya. Anda?

a. Berteriak, “Jangan mengacak-acak isi tas Mama lagi!”



b. Biasa saja sambil menerima kenyataan kalau lipstik Anda kembali menghilang di bawah kulkas.

c. Mengambil napas panjang, duduk selevel dengan Si Kecil dan menjelaskan bahwa ia bisa bermain dengan mainannya sendiri dan bukan barang-barang Anda. Jelaskan pula bahwa Anda akan kesulitan untuk menemukan barang-barang yang diperlukan jika isi tas Anda berantakan.


7. Pengalihan Perhatian

Si Kecil ingin makan apel, namun Anda hanya punya pisang di rumah. Ia pun mengambek dan marah. Apa yang Anda lakukan?

a. Berpura-pura memberikan pisang kepada salah satu mainannya, hingga ia juga tertarik untuk makan.

b. Mengirim whatsapp kepada ibu Anda untuk segera membawakan apel.

c. Berkata kepada Si Kecil jika waktu ngemil-nya sudah lewat. Jadi ia harus menunggu untuk makan hingga waktu makan siang.


Jawaban

1. Jawaban tepat adalah C

'Otak Si Kecil belum berkembang sehingga ia tidak mengerti ancaman Anda,” ujar psikolog Dr. Fin Williams. Untuk balita yang sudah lebih besar, gunakan negosiasi sebagai alat. Katakan, “Jika kamu menurut pada Mama, nanti setelah pulang, kita akan membangun stasiun kereta dari balok.” Sedangkan untuk balita yang lebih kecil, berikan ia kesempatan memilih.

2. Jawaban tepat adalah A/B

Balita dikenal dengan energi yang tak pernah habis. Namun bagaimana pun mereka memerlukan istirahat. “Buatlah kegiatan yang rutin untuk Si Kecil. Dengan begitu, ia pun akan memiliki waktu istirahat yang baik dan teratur,” ujar Dr. Fin.

3. Jawaban tepat adalah B

“Hukum yang berlaku pada balita adalah 'apa yang saya inginkan sekarang, harus dilakukan',” ujar Sabine Hook, konsultan pendidikan usia dini di Holland Park Education, Inggris. Jika ia berulah, meskipun di tempat umum, berikan ia hukuman time out dan jika setelahnya ia tetap berperilaku seperti ini, ajak ia pulang. “Membiarkannya bertingkah kasar bukanlah solusi tepat,” ujar Sabine.

4. Jawaban tepat adalah A/B

Jika Si Kecil mudah bosan, jangan berikan ia banyak mainan sekali waktu, tetapi berikan secara bertahap dan satu per satu. “Anda juga bisa merotasi mainan lama yang kemungkinan sudah ia lupakan,” ujar Joanne Mallon, ahli parenting.

5. Jawaban tepat adalah B

“Kebanyakan balita membutuhkan waktu untuk berlarian,” ujar Joanne. Namun ia akan menjadi sangat kelelahan jika Anda tidak mengimbanginya dengan aktivitas lebih 'diam' yang akan memancing daya konsentrasinya. Temukan aktivitas yang menarik bagi Si Kecil, seperti menyanyi, bermain puzzle, atau membangun balok.

6. Jawaban tepat adalah C

“Si Kecil adalah individu yang rasa ingin tahunya sangat besar dan ia belajar sebab-akibat dari perilakunya dengan memerhatikan reaksi Anda,” ujar Dr. Fin. Berikan tas kecil untuknya yang bisa ia isi dengan aneka barang.

7. Jawaban tepat adalah A

“Terkadang Si Kecil tak tahu apa yang ia inginkan dan hanya mau apa yang tak ada. “Ia bisa saja lapar, jadi jangan melewatkan waktu ngemil-nya,” ujar Dr. Lynda Shaw. Alihkan perhatiannya dengan menawarkan pilihan lain, seperti mengupas pisang. “Hindari memenuhi keinginannya karena hal ini hanya akan memulai hubungan Anda dan Si Kecil berdasarkan manipulasi,” lanjut Dr. Lynda.


Skor Anda

Setiap jawaban yang tepat, Anda mendapat 1 poin. Hitung jumlah jawaban tepat Anda.

0-2: Jangan stres! Lama kelamaan Anda akan beradaptasi dengan perilaku Si Kecil dan tahu bagaimana menghadapinya.

3-4: Anda sudah bisa menempatkan diri sebagai seorang balita dan berpikir sepertinya. Keep up the good work!

5-7: Mengesankan! Anda sudah benar-benar mengerti bagaimana menghadapi perilaku balita. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   balita,   transisi anak








Cover Januari - Februari 2020