Mother&Baby Indonesia
Garam, Gula, dan Lemak Berbahaya untuk Anak, Benarkah?

Garam, Gula, dan Lemak Berbahaya untuk Anak, Benarkah?

Obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi adalah beberapa jenis gangguan kesehatan yang belakangan ini kian sering singgah di telinga kita. Gaya hidup lembam -alias kurang bergerak, ditambah konsumsi makanan yang jauh dari standar kebutuhan gizi memang membuat kita kian rentan akan ancaman berbagai penyakit berat.


Bukan hanya pada orang dewasa, hal ini juga ternyata berlaku pada anak. Itu sebabnya, kini kita sering mendengar bahwa tak sedikit orang tua yang melakukan langkah pencegahan sejak dini dengan cara membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, karena berbahaya dan kerap dituding sebagai pencetus munculnya berbagai penyakit tadi.




Meskipun demikian, Moms tidak perlu melakukan tindakan ekstrem, seperti menerapkan diet ketat pada si kecil untuk menghalangi asupan ketiga komponen tadi di dalam makanan Si Kecil, karena sebenarnya, garam, gula, dan lemak adalah jenis-jenis zat gizi yang besar perannya dalam proses tumbuh kembang anak-anak.


Agar tidak kebablasan, Moms sebaiknya perlu tahu batasan konsumsi harian garam, gula, dan lemak untuk balita. Pasalnya, ketiga zat tersebut sebenarnya merupakan jenis nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan Si Kecil, sehingga masih perlu dikonsumsi dalam takaran yang tepat. Nah, Moms, ini batasan aman buat anak dalam mengonsumsi ketiga zat tersebut:


1. Garam

Dilansir dari Times Online, konsumsi garam yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah sebesar 6 gram atau setara dengan 1 sendok teh per harinya. Nah, batas maksimal konsumsi garam harian pada anak-anak adalah separuh dari nilai yang berlaku pada orang dewasa, yaitu di bawah 3 gram per hari atau setara dengan setengah sendok teh.

Namun, Moms perlu ingat, jumlah tersebut adalah nilai total garam yang masuk ke dalam tubuh. Jadi bukan semata-mata jumlah garam yang dibubuhkan ke dalam masakan, melainkan termasuk juga garam yang terkandung secara alami di dalam berbagai jenis makanan.




2. Gula

Asupan energi yang didapatkan dari gula berupa karbohidrat juga memiliki batasan konsumsi ideal, yang nilai persentasenya sama, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Kira-kira, separuh dari asupan energi di dalam tubuh kita berasal dari karbohidrat.

Dari jumlah tersebut, maksimal hanya 20 persen di antaranya -atau hanya sekitar 10 persen dari total energi keseluruhan, yang diperbolehkan berasal dari jenis karbohidrat sederhana (gula). Sisanya diperoleh dari konsumsi berbagai jenis karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, ubi, kentang, dan lain-lain. Jumlah kebutuhan kalori setiap anak bisa berbeda-beda, tergantung usia dan jenis aktivitas fisiknya. Karena itu, takaran asupan gula maksimal pada setiap anak juga tidak selalu sama. American Heart Association memberikan takaran yang berlaku secara garis besar, yaitu maksimal 2-3 sendok teh per hari bagi anak-anak berusia 2-12 tahun dengan berat badan normal.

Jangan lupa, jumlah ini meliputi pula kandungan gula dalam berbagai jenis makanan yang dikonsumsi si kecil, termasuk dalam buah-buahan, kue, nasi, dan lain-lain, ya Moms!


3. Lemak

Tubuh kita memerlukan sekitar 25-30 persen asupan energi yang berasal dari lemak. Nilai ini berlaku sama bagi orang dewasa maupun anak-anak, kecuali pada bayi berumur di bawah satu tahun yang masih memerlukan cadangan lemak lebih banyak.

Dari jumlah kuota tersebut, mayoritas sebaiknya diperoleh dari konsumsi lemak tak jenuh yang pada umumnya terkandung di dalam sumber makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Angka asupan lemak jenuh yang masih terbilang aman hanyalah sekitar 10-30 persen dari asupan lemak total.


Nah, Moms, jika Anda mematuhi batasan konsumsi harian garam, gula, dan lemak bagi anak sesuai takaran yang disebutkan di atas, maka Anda tak perlu khawatir ketiga zat tersebut akan berisiko membahayakan kesehatan Si Kecil. (Susanto Wibowo/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   anak,   garam,   gula,   lemak








Cover Januari - Februari 2020