Home - Kesehatan - Kesehatan / 8 November 2018 / Redaksi

Sunat pada Anak Laki Sama Pentingnya dengan Imunisasi

Para peneliti dari The American Urological Association (AUA) mengatakan, sama halnya dengan imunisasi, sunat penting dilakukan pada anak laki-laki. Ini dikarenakan ada banyak faktor risiko kesehatan yang akan menyerang anak laki-laki saat ia dewasa nanti apabila tidak disunat.

 

Menurut Profesor Brian Morris dari Departement of Urology University of Washington, Seattle, AS, salah satu manfaat dari sunat adalah bisa melindungi anak laki-laki dari infeksi saluran kemih atau urinary tract infections (UTI), yang nantinya bisa mengakibatkan masalah pada ginjal. Dari data yang dipublikasikan oleh Centre for Neonatal Care di Orlando, Florida, AS, sebanyak 1 dari 3 penderita UTI adalah laki-laki yang tidak disunat. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa sunat bisa berdampak pada masalah fungsi seksual, sensitivitas, serta kesenangan saat dewasa, semua itu hanya mitos belaka.

 

“Seluruh orang, baik itu praktisi medis, badan profesional, pendidik, pembuat kebijakan, pemerintah, dan perusahan asuransi, sangat perlu mempromosikan sunat untuk anak laki-laki, terutama pada keluarga miskin yang lebih banyak mengalami penyakit terkait dengan area tersebut,” ujar profesor Morris.

 

Kapan Waktu Terbaik Disunat?

Tidak ada aturan pasti kapan anak laki-laki harus disunat. Sebagian besar masyarakat Indonesia menyunatkan anak laki-lakinya ketika ia sudah agak besar, saat berumur 8-12 tahun. Hal ini baik untuk memberikan waktu kepada jaringan penis yang masih lunak agar tidak rusak ketika menyatu atau berkembang. Melakukan sunat di bawah usia itu juga diperbolehkan. Meskipun begitu, biasanya dokter jarang melakukan sunat untuk anak di bawah usia 5 tahun.

Bagaimana jika anak disunat saat ia masih bayi? Anak laki-laki yang masih bayi boleh disunat namun hal tersebut tidak bisa sembarang dilakukan. Kondisi bayi haruslah sehat, dan organ vitalnya harus dalam keadaan yang stabil.

Sunat disarankan dilakukan saat bayi jika Si Kecil mengalami kondisi tertentu seperti kelainan pada kulup penis, khususnya fimosis (kelainan pada laki-laki yang belum disunat di mana kulup penis melekat kencang pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis). Gangguan ini biasanya dialami oleh 1 dari 20 bayi laki-laki, sehingga ia bisa disunat saat masih bayi.

Anda juga sebaiknya menghindari bayi disunat bila ia dalam kondisi berikut:

• Bayi lahir prematur.

• Bayi mengalami masalah tertentu pada saat lahir, misalnya cacat bawaan.

• Bayi mengalami penyakit darah tertentu.

• Bayi sangat sensitif pada perubahan tertentu sebab sunat dapat memperburuk keadaannya. Sunat hanya dapat dilakukan saat keadaan bayi sudah stabil dan dengan pengawasan dokter.

 

Manfaat Sunat

Manfaat utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih memiliki kulup. Saat disunat, kulup yang menutupi jalan ke luar urine dibuang, sehingga penis lebih mudah dibersihkan dan kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil.

Selain itu, sunat juga memiliki manfaat lain, seperti:

• Mengurangi risiko tertular penyakit kelamin.

• Mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

• Mengurangi kemungkinan terkena penyakit kanker pada penis. (M&B/SW/Dok. Freepik.com)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Perlukah Tetap Diet saat Sedang Hamil?

Waspada Bahaya Obat Mengandung Kodein untuk Anak

Kenapa Anak Banyak Makan tetapi Tetap Kurus?



OTHER ARTICLES

Trik Ajak Anak Menonton Film di Bioskop

5 Karakter Tidur Bayi Baru yang Mesti Anda Pahami

Bahaya Risiko Obesitas Karena Kurang Tidur pada Anak

Hati-Hati, Pepes bisa Kurangi Gizi pada Ikan!

Mengenal dan Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi