Mother&Baby Indonesia
Tips Menjadikan Anak Pemimpin yang Hebat

Tips Menjadikan Anak Pemimpin yang Hebat

Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi pemimpin besar dunia, seperti Obama atau Bung Karno? Tetapi, untuk menjadi sehebat mereka, ada banyak tempaan yang harus dilalui Si Kecil. Dan, ia tentu saja tidak bisa berjalan sendiri. Anda harus mendampingi dan membantunya mengasah diri agar memiliki kualitas seorang pemimpin hebat. Ini beberapa sifat kepemimpinan yang harus diajarkan pada Si Kecil sejak usia dini, Moms.


Selalu Positif

Untuk mengajarkan sifat positif pada Si Kecil, Anda harus terlebih dahulu mempraktikkannya. Jadi daripada selalu berfokus pada kekurangan anak, lebih baik berfokus pada bakatnya. Dengan begitu, rasa percaya diri anak akan terbentuk dan membuatnya bisa menaklukan tantangan. Contohnya, ketika Si Kecil belajar memakai baju sendiri. Anda harus sabar dan membiarkannya bereksplorasi walaupun belum sempurna. Jika Anda tidak sabar dan malah membantunya mengancingkan baju hanya agar lebih cepat, Anda akan membuat Si Kecil merasa negatif terhadap dirinya sendiri.



Anda juga harus belajar memberikan pengakuan atas kerja Si Kecil. Namun Anda harus memahami benar apa itu pengakuan dan pujian. Perlu diketahui bahwa anak akan lebih berkembang dengan pengakuan, bukan pujian. Pujian biasanya akan membuat anak ketergantungan. Jika tidak ada pujian, ia jadi malas untuk memacu dirinya sendiri. Sementara pengakuan langsung diberikan tepat pada sasaran. Misalnya saat anak merapikan mainannya sendiri sehabis dipakai bermain, katakan padanya bahwa Anda sudah melihat hasilnya dan merasa bangga padanya karena sudah bisa merapikan mainannya sendiri.


Berani Menerima Tantangan

Anda harus mengajarkan pada Si Kecil bahwa masalah bukanlah halangan, tetapi tantangan dan kesempatan. Misalnya, saat pulang sekolah, ia diejek temannya. Setelah Anda memberikan pelukan dan menghiburnya, tanyakan pada Si Kecil, apa yang harus ia lakukan supaya bisa bertahan dari ejekan teman-temannya. Tantang ia untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.




Gigih

Menciptakan anak yang gigih tidak cukup dengan memberikan kata-kata motivasi. Sejak dini, Si Kecil harus dituntun untuk tahu apa tujuan dari segala hal yang ia lakukan. Misalnya, ketika ia meminta mainan baru, Anda tidak boleh langsung meluluskan permintaannya. Tanyakan terlebih dahulu bagaimana cara supaya ia bisa memiliki mainan baru. Apa yang harus ia lakukan dan berapa lama ia bisa mendapatkannya. Berikan motivasi kepada anak dengan cara membantunya menentukan tujuan dan rencana untuk mencapai tujuan tersebut.


Komitmen

Komitmen adalah kesediaan meluangkan waktu dan energi untuk mencapai suatu tujuan. Umumnya, anak yang memiliki komitmen tahu apa yang bisa dipelajari dari setiap kesalahan yang ia lakukan. Kalau Si Kecil menumpahkan susu, misalnya, Anda tidak perlu langsung menyuruh asisten rumah tangga untuk membersihkannya, karena itu tidak akan mengajarkan komitmen pada Si Kecil. Moms bisa tanyakan kejadiannya pada Si Kecil kenapa ia bisa menumpahkan susunya, lalu observasi di mana kesalahannya sehingga di lain waktu ia tidak mengulanginya lagi.


Melakukan yang Terbaik

Tantang anak untuk terus melakukan yang terbaik, sehingga ia bisa menjadi lebih kreatif, memiliki inisiatif, dan pro aktif. Pacu dengan permainan, misalnya bermain lego. Tantang ia untuk membuat berbagai bentuk dengan waktu yang terbatas. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   pemimpin hebat








Cover Januari - Februari 2020