Mother&Baby Indonesia
Ini Cara yang Tepat untuk Memuji Tindakan Anak

Ini Cara yang Tepat untuk Memuji Tindakan Anak

Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan buah hati tumbuh bahagia, dicintai, dihargai, serta mampu meraih kesuksesan. Namun, kebahagiaan dan penghargaan yang dirasakan Si Kecil tidak semata-mata didapatkan karena Anda terus-menerus memuji tindakannya saja.

Meskipun begitu, memberi pujian itu perlu, Moms. Berdasarkan beberapa penelitian, bayi dan balita yang sering dipuji akan lebih termotivasi untuk bereksplorasi. Mereka pun akan tumbuh menjadi anak yang berperilaku baik serta memiliki keterampilan sosial yang lebih baik pula.



Anda boleh memuji Si Kecil secara deskriptif, yaitu dengan menyatakan secara jelas perilaku apa yang Anda sukai darinya. Dengan memujinya, Anda akan meningkatkan penghargaan atas diri sendiri, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun perilaku baik dalam dirinya. Sebab ketika Anda memuji Si Kecil karena ia berperilaku baik, ia akan cenderung selalu melakukan hal-hal yang baik. Dengan dipuji, ia pun akan merasa dipedulikan oleh Anda atau orang-orang di sekitarnya.

 

Jangan Berlebihan!

Terlalu banyak memuji Si Kecil, apalagi jika pujian diberikan secara tidak semestinya, akan menjadi bumerang. Pujian berlebihan justru akan membuatnya takut untuk mencoba hal baru atau mengambil risiko.

Jika anak selalu mendengar pujian, ia merasa takut bila tidak berhasil melakukan sesuatu, orang tuanya tidak akan mencintainya lagi. Selain itu, memuji sifat-sifat tertentu, misalnya kecerdasan, kecantikan, atau kemampuan atletik, kelak dapat merusak kepercayaan diri mereka.

“Sebab, potensi-potensi tersebut hanya bersifat sementara,” ungkap Bob Murray, PhD., penulis Raising an Optimistic Child: A Proven Plan for Depression-Proofing Young Children-for Life. Karenanya, Moms harus benar-benar tahu hal apa saja yang berdampak positif pada Si Kecil.

Memuji anak secara berlebihan, tambah Elizabeth Hartley-Brewer, penulis buku Praising Boys Well and Praising Girls Well, hanya akan membuatnya terpaku pada kesuksesan dan penghargaan, bukan kepuasan karena sudah berhasil menyelesaikan sesuatu.

Sebuah penelitian dari Ohio State University menjabarkan bahwa pujian yang diberikan secara terus-menerus, terutama pujian yang tidak seharusnya, akan membuat anak tumbuh menjadi sosok yang narsis dan memiliki ego yang tinggi, serta menjadi kurang bermakna untuk Si Kecil.

 

Memuji Semestinya

Pujian merupakan bentuk penghargaan dari usaha Si Kecil setelah berusaha keras mencapai sesuatu atau melakukan tindakan terpuji. Agar pujian yang diberikan seimbang dan Si Kecil mendapat manfaatnya, ikuti kata kunci berikut ini ya, Moms:



1. Spesifik. Daripada mengatakan “Kamu pemain bola yang andal, Nak!” sebaiknya ganti dengan “Tadi kamu menendang bola dengan kencang sampai masuk ke gawang. Hebat!” Dengan memberikan pujian secara spesifik, Si Kecil mampu mengidentifikasi kemampuan yang ia miliki, jelas Jenn Berman, PhD., penulis The A to Z Guide to Raising Happy and Confident Kids.

2. Tulus. Percayalah, Si Kecil memiliki kemampuan untuk tahu apakah pujian yang Anda berikan kepadanya tulus atau tidak. Jika tidak tulus, ia akan kehilangan kepercayaannya kepada Anda. Bahkan yang paling parah, ia menjadi tidak percaya akan kata-kata positif dari Anda dan tidak tahu perbedaan apakah Anda benar-benar ingin memujinya atau tidak.

3. Semangati aktivitas baru. “Puji anak untuk melakukan hal-hal yang baru, misalnya mengikat tali sepatu sendiri atau tidak takut gagal,” ujar Paul D. Donahue, penulis Parenting Without Fear: Letting go of Worry and Focusing on What Really Matters.

4. Tepat. Pujilah dirinya ketika ia benar-benar bekerja keras atau bersikap baik. Dengan begitu, Anda benar-benar menghargai usahanya tersebut.

5. Fokus terhadap proses. Menurut Donahue, orang tua harus menghargai perjuangan dan kerja keras anak untuk mencapai sesuatu. “Yang perlu diingat adalah prosesnya, bukan hasil akhirnya,” tambahnya. Dalam tahap perkembangan Si Kecil, pujian bisa diberikan untuk hal-hal yang kecil namun bermakna.

6. Jangan sesumbar. Ketika Anda selalu sesumbar tentang kelebihan atau pencapaian yang sudah didapatkan Si Kecil di depan umum, sikap tersebut tidak hanya membuat orang tua anak-anak lain merasa terganggu, namun juga akan mempermalukan Si Kecil. Anda pun akan menambah tekanan padanya untuk selalu menjadi yang terbaik. Ketika tidak mampu menjadi yang terbaik, ia akan merasa sangat bersalah dan merasa mempermalukan Anda di hadapan orang lain.

7. Jujur. Jika Si Kecil belum lancar melakukan sesuatu, seperti bersepeda namun sudah mau mencoba, jangan katakan, “Wah, kamu pintar naik sepeda!”. Melainkan, “Mama lihat kamu rajin belajar naik sepeda dan tidak takut jatuh. Hebat!” Pujian tanpa mendefinisikan apakah usahanya buruk atau baik membuat Anda lebih jujur. Sikap perhatian Moms terhadap segala kerja keras atau sikap baiknya akan dilihat olehnya. Si Kecil pun menjadi lebih berani melakukan segala sesuatu dengan baik! (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   pujian,   tindakan








Cover Januari - Februari 2020