Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Kecemburuan Kakak saat Adik Lahir

Mengatasi Kecemburuan Kakak saat Adik Lahir

Kecemburuan yang ditunjukkan kakak terhadap adik kecilnya yang baru lahir sangatlah wajar. Fakta juga menunjukkan tidak ada seorang anak pun di dunia ini yang tidak merasa cemburu dengan kehadiran adiknya. Namun Anda harus bisa membantu mengubah kecemburuan si kakak ini menjadi rasa sayang terhadap adiknya.


Siapkan si kakak untuk menyambut kedatangan si adik. Buat ia antusias dan memiliki koneksi dengan adik bayi sejak di dalam kandungan. Saat Anda harus bersalin, pastikan si kakak tidak merasa tersisih. Rasa 'kehilangan' saat Anda di rumah sakit seringkali menimbulkan trauma baginya. Hal itu pun membuatnya sulit menerima kehadiran adik bayinya.




Ini beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mengatasi kecemburuan si kakak dan membuatnya jatuh cinta kepada si adik sejak pertemuan pertama mereka.


1. Serahkan Adik Bayi kepada Ayah

Saat si kakak datang ke rumah sakit, bersiaplah menyambutnya di depan pintu dan biarkan suami Anda yang menggendong adik bayi. Letakkan ia dalam pangkuan Anda dan hujani dengan pelukan serta ciuman. Hal ini akan membuat si kakak merasa bahwa ia tetap 'nomor 1' bagi Anda.


2. Jadikan Kakak Pahlawan

Perkenalkan si kakak pada adiknya sebagai seseorang yang luar biasa, sambil mengajak si kakak mendekati adiknya. Katakan betapa beruntungnya si adik memiliki kakak yang sayang kepadanya. Katakan segala sifat baik si kakak di hadapan adiknya. Ungkapkan betapa inginnya Anda agar si adik memiliki sifat yang baik seperti si kakak.




3. Segera Ciptakan Bonding

Setelah penyambutan dan perkenalan, minta si kakak duduk sambil memangku adiknya. Para ahli mengatakan, kepala bayi mengandung feromon. Jika menghirup wanginya, siapa pun akan jatuh cinta dan merasa ingin melindunginya. Karenanya, semakin sering si kakak bonding dengan adiknya, koneksi mereka pun akan semakin kuat.


4. Peran yang Penting

Pastikan si kakak mengerti bahwa ia memiliki peran penting. Ungkapkan kata-kata baik, misalnya “Mama senang sekali kakak mau membantu mama seperti ini,” atau “Terima kasih kak, sudah membuat mama tertawa,” dengan nada tulus. Katakan pula bahwa setiap orang, termasuk dirinya adalah spesial dan sangat dibutuhkan kehadirannya.


5. Hadapi Tantangan

Untuk mengetahui apakah Anda masih menyayanginya, si kakak secara alami akan melakukan tes. Ia akan menolak tidur siang dan tidak mau makan di meja makan. Tenangkan diri Anda, tarik napas, dan berikan pengertian dengan cara yang lembut namun tegas kepadanya.


6. Jangan Menuntut

Hentikan keinginan Anda untuk membuat si kakak segera menjadi 'anak besar'! Jangan menyalahkannya karena terlambat melakukan potty training atau memaksanya melepas dot. Jika ia menjadi sering terbangun di malam hari dan Anda tak bisa menemaninya, minta bantuan suami yang melakukannya. Biarkan si kakak kembali menjadi 'bayi' sebanyak apa pun yang ia mau, tanpa merasa harus disalahkan. Berikan ia ekstra kasih sayang dan perhatian. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   kakak adik








Cover Januari - Februari 2020