Mother&Baby Indonesia
3 Cara Menstimulasi Kemampuan Anak untuk Berjalan

3 Cara Menstimulasi Kemampuan Anak untuk Berjalan

Moms, meskipun anak baru akan belajar jalan sesuai dengan keinginannya, Anda bisa menstimulasinya sejak dini. Penting untuk diingat, bahwa tidak ada usia pasti di mana anak akan berjalan. Tahapan untuk stimulasi ini pun perlu diperhatikan agar Si Kecil tidak merasa terbebani dengan proses belajar jalannya. Untuk itu, berikut Mother&Baby berikan langkah-langkah yang sesuai dengan usia anak untuk belajar berjalan.


Minggu-Minggu Pertama

Newborn memiliki refleks untuk melangkah. Jika Anda menggendong Si Kecil dengan posisi berdiri, kakinya akan bergerak seperti tengah melangkahkan kaki. Seiring kaki Si Kecil menjadi lebih gemuk, di sekitar usia 8 minggu, ia mungkin kesulitan untuk mengangkatnya.



Sejak dilahirkan hingga bisa berjalan, Si Kecil spontan melatih dirinya sendiri, salah satunya dengan menendang-nendang kakinya ketika berbaring. Ajak ia untuk melatih kemampuan ini dengan meletakkannya dalam posisi tengkurap.

Tummy time akan membantu Si Kecil membangun kekuatan tubuh bagian atasnya dan otot leher. Ini akan diperlukan saat ia belajar jalan. Letakkan mainan di depan Si Kecil dan ajak ia untuk mengambil dan meregangkan tubuhnya.


Ketika Si Kecil bisa Duduk

Sebagai permulaan, jangan letakkan Si Kecil dalam baby walker, di mana ia bisa duduk di dalamnya sambil bergerak ke sana dan ke mari. Baby walker membuat Si Kecil berdiri dengan ujung jarinya, hingga mengurangi perkembangan otot di telapak kaki. Yang harus Anda lakukan adalah memperkuat otot inti (core muscle) Si Kecil. Saat Si Kecil sudah bisa duduk dengan seimbang, sekitar usia 8 bulan, duduklah di hadapannya dan bermain follow the ball. Caranya, pegang sebuah bola atau mainan dan gerakkan di depan Si Kecil, dari satu sisi ke sisi lain, letakkan di lantai dan di atas kepalanya. Ia akan mencoba mengambil mainan tersebut. Saat bergerak tersebut, ia melatih banyak otot, sehingga menjadi lebih kuat. Gerakan ini juga akan melatih keseimbangannya.




Saat Sudah bisa Berdiri

Mulai dengan berdiri di depan Si Kecil sambil memegang kedua tangannya. Hal ini akan memberikannya rasa percaya diri. Anda pun bisa meletakkan mainan di luar jangkauan Si Kecil agar ia mau mengambil. Biarkan ia belajar berjalan tanpa sepatu pada tahap ini, karena akan memperkuat otot kaki dan telapak berkembang secara natural. Jangan khawatir jika ia tampak tak seimbang. Peneliti di Amerika Serikat menyebutkan bahwa ketika itu bayi justru tengah belajar menyeimbangkan tubuh.

Ini merupakan cara mereka belajar berdiri stabil, dan mengetahui apa yang terjadi jika mereka condong terlalu depan. Saat Si Kecil sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit, jangan berharap ia akan berjalan setiap hari. Ada saatnya ia mungkin malas berjalan. Jadi, jangan paksakan. Jangan terkejut juga ketika Si Kecil lebih cepat lelah. Ini adalah pertama kalinya bayi menggunakan otot quads, otot besar di pahanya, untuk mengangkat beban tubuh. Ia akan menjadi cepat lelah dan membutuhkan lebih banyak asupan kalori.

Untuk merangsang Si Kecil berjalan lebih jauh dan lebih kuat, Anda bisa membelikan push along walkers. Penggunaan sepatu sendiri berfungsi untuk menghangatkan dan melindungi kaki Si Kecil, khususnya saat ia sudah siap berjalan di permukaan keras atau luar ruangan. Sebaiknya bawa Si Kecil saat membelikannya sepatu agar ukurannya pas. Karena, sepatu yang terlalu sempit memengaruhi kemampuan berjalannya. Ukur kembali kaki Si Kecil setiap 2-3 bulan, karena kakinya cepat bertumbuh. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   stimulasi,   berjalan,   tumbuh kembang










Cover Mei-Juni-Juli 2020