Mother&Baby Indonesia
Pijatan Suami Bantu Perlancar ASI

Pijatan Suami Bantu Perlancar ASI

ASI merupakan asupan utama dan terbaik bagi Si Kecil, sejak ia lahir hingga umurnya dua tahun. Di enam bulan pertamanya, asupan ASI sudah mencukupi segala kebutuhan gizi Si Kecil. Menyadari pentingnya ASI, WHO bahkan menetapkan anjuran konsumsi ASI bagi Si Kecil, antara lain inisiasi menyusui dini (IMD), ASI eksklusif pada enam bulan pertama, dan MPASI dari usia enam bulan hingga dua tahun. Tapi tak sedikit Moms yang mengalami kendala dalam memberikan ASI. Lalu, bagaimana mengatasinya?

 



Di acara peluncuran Lactaboost pada 24 Oktober dr. Ameetha Drupadi, CIMI, Konselor Laktasi, menjelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan bila ASI bermasalah, antara lain relaks, mengurangi stres, dan menjaga pola makan. Menurutnya, dukungan suami dapat sangat membantu produksi ASI, karena dapat membantu Ibu menjadi relaks dan memicu produksi hormon oksitosin yang berperan dalam proses produksi ASI.

 

Salah satu dukungan yang dapat langsung memberikan manfaat adalah dengan memijat punggung ibu setelah atau sebelum menyusu. “Pijat punggung ibu, tekan bagian kiri dan kanan tulang punggung setidaknya selama 15 menit. Ini adalah salah satu titik pemicu produksi hormon oksitosin dalam tubuh,” tuturnya. Ia mengatakan bahwa lebih baik pijat dilakukan tanpa mengenakan baju, agar ASI yang merembes saat dipijat bisa ditampung dalam wadah dan tidak mengotori pakaian.

 

Stres dapat menghambat produksi hormon oksitosin, sehingga sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk menghindari stres selama menyusui. Selain itu, pola makan yang tidak baik juga berdampak buruk pada kelancaran ASI. Gizi optimal harus dijaga. Dr. Ameetha menganjurkan bagi para ibu hamil untuk mengonsumsi kalori sejumlah 2.800 kkal per hari agar bisa menyokong kebutuhan produksi ASI Anda. Menjaga pola makan lebih baik dilakukan sejak masih hamil, agar produksi ASI bisa maksimal sejak hari pertama Si Kecil lahir.

 



Tak hanya itu, terdapat pula beberapa makanan yang dikenal sebagai ASI booster karena manfaatnya dalam membantu produksi ASI. Salah satu ASI booster terbaik yang bisa dicoba adalah daun katuk. Tapi proses pengolahan daun katuk tidak selalu mudah. Maka itu, DKT Indonesia meluncurkan Lactaboost sebagai produk ASI booster berupa tablet ekstrak daun katuk. Mengandung 250 mg daun katuk, Lactaboost dapat meningkatkan hormon prolaktin tanpa efek samping.

 

Jangan sampai ASI “mampet”, Moms! Tetap jaga asupan gizi dan bahagia agar ASI lancar. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)

 

 

 



Tags: asi,   asi booster,   daun katuk,   asi mampet,   lactaboost