Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Kerontokan Rambut pada Bayi

Mengatasi Kerontokan Rambut pada Bayi

Kadar hormon estrogen yang tinggi selama masa kehamilan menyebabkan rambut Moms dan janin tumbuh. Hormon estrogen segera berkurang setelah Moms melahirkan. Penurunan itu juga dialami oleh Si Kecil karena tidak lagi ada asupan hormon dari ibunya.

 

Turunnya estrogen ini memang dapat menyebabkan rambut rontok pada bayi. Fase yang disebut telogen effluvium ini adalah kondisi rambut bayi berhenti tumbuh dan menjadi rontok. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena kerontokan itu menjadi tanda rambut bayi telah masuk siklus pertumbuhan baru.



 

Rontok terjadi karena rambut baru mendorong rambut lama. Rambut yang baru mungkin akan berbeda dengan rambut newborn yang halus dan tipis. Rambut baru itu biasanya akan berwarna lebih gelap dan kasar. Biasanya kerontokan terjadi saat ia menginjak usia 3 bulan.

 

Penyebab Kerontokan

Selain kurangnya asupan hormon estrogen, kerontokan rambut pada bayi baru lahir mungkin disebabkan oleh:

• Infeksi tinea capitis atau ringworm. Ini adalah penyakit kulit yang menimbulkan tanda merah di kulit kepala dan menyebabkan rambut rontok.

• Alopecia areata. Rambut rontok karena serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

• Trikotilomania. Kerontokan karena bayi menarik-narik rambutnya akibat stres emosional maupun fisik.

• Tidur di posisi yang sama. Posisi tidur bari yang tidak berubah menyebabkan rambut rontok di bagian yang sering ia tiduri.

• Gangguan kelenjar, misalnya hypothyroidism (gangguan tiroid) atau hypopituitarism (kelenjar pituitari yang abnormal) bisa menyebabkan kebotakan.



• Stres, demam, dan perubahan hormonal juga bisa jadi penyebabnya.

 

Penanganan Rambut Bayi

Menurut dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si, Med, dari Rumah Sakit Awal Bros, Tangerang, ada beberapa cara untuk menangani kerontokan rambut pada bayi, yaitu:

1. Gunakan bantal bayi dengan bentuk tapal kuda.

2. Mencukur rambut bayi untuk mempermudah pertumbuhan rambut baru.

3. Ubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu. Pastikan Si Kecil juga menghabiskan beberapa waktu tengkurap setiap hari.

4. Cuci rambut setiap hari sambil memandikannya. Dengan keramas, sel-sel kulit mati terangkat. Setelah bersih, barulah muncul sel-sel kulit baru dari lapisan dalam kulit kepala.

5. Pijat kepala bayi dengan baby oil sehingga sirkulasi darah ke kulit kepalanya lancar. Pijatan ini mengaktifkan kerja kelenjar lemak dari kulit kepala. Hasilnya, proses pelumasan pada kulit kepala lebih lancar.

 

Anda tidak perlu takut saat akan memijat ubun-ubun bayi karena masih lunak. Posisi tulang tengkoraknya juga berada jauh di bawah lapisan kulit kepala, sehingga tidak akan mencederainya. Jika kerontokan rambut bayi masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   rambut rontok








Cover Januari - Februari 2020