Mother&Baby Indonesia
Ini Pentingnya Menjaga Jarak antar Kehamilan

Ini Pentingnya Menjaga Jarak antar Kehamilan

Walaupun memiliki anak merupakan anugerah, sebaiknya Anda tidak terburu-buru dalam menambah anak. BKKBN menganjurkan agar orang tua menunggu anak pertama berusia 3-5 tahun sebelum memiliki anak ke-2. Menjaga jarak antar kehamilan juga akan memberikan beragam manfaat seperti berikut:

 

1. Tubuh Lebih Siap

Anda mungkin sudah merasa sehat dan bugar, tetapi kenyataannya tubuh Anda membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa mengandung lagi. Kondisi tubuh ini pun akan memengaruhi kesehatan sang ibu juga perkembangan janin selama masa kehamilan.

“Jika Anda melahirkan normal, tubuh membutuhkan waktu minimal 1 tahun untuk pulih. Sementara bila melahirkan secara Caesar, berarti Anda butuh 2 tahun untuk memulihkan tubuh dan kembali hamil,” jelas Anne Charlis, penulis buku tentang kesuburan dan kehamilan.

 

2. Waktu untuk Menabung

Tidak dapat dipungkiri, melahirkan dan membesarkan anak membutuhkan biaya cukup banyak. Dimulai dari biaya pemeriksaan rutin selama kehamilan, persalinan, dan kesehatan setelah Si Kecil lahir.

Beberapa orang tua bahkan sudah mulai menabung dana pendidikan sejak Si Kecil masih bayi. Dengan menjaga jarak antar kehamilan, Anda dan suami dapat mempersiapkan terlebih dahulu dana-dana tersebut dengan menabung dan berinvestasi.

 

3. Hubungan Harmonis

Sebuah studi parenting mengungkapkan bahwa jarak usia ideal antar anak membuat hubungan keluarga lebih harmonis. Hal ini karena masing-masing anak mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya. Selain itu, jarak ideal antar kehamilan juga dapat menghindarkan dari persaingan antar saudara lho, Moms.

 

4. Sukses ASI Eksklusif

Menjaga jarak antar kehamilan membuat Anda memiliki kesempatan untuk menyusui Si Kecil sampai usia 2 tahun. Jika tidak direncanakan, ada kemungkinan Anda hamil saat masih menyusuinya. Hal itu pun akan membuat suplai ASI berkurang karena adanya perubahan hormon.

Menyusui juga membuat tubuh memproduksi hormon oksitosin yang dapat memicu kontraksi saat hamil. Karenanya, pastikan Anda menggunakan kontrasepsi yang nyaman dan aman untuk menyusui! Untuk itu, Anda bisa menggunakan pil KB khusus untuk ibu menyusui, agar Anda terhindar dari kehamilan tidak direncanakan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   menjaga jarak kehamilan










Cover Mei-Juni-Juli 2020