Mother&Baby Indonesia
Warna-warna Makanan untuk Anak yang Harus Diperhatikan

Warna-warna Makanan untuk Anak yang Harus Diperhatikan

Makanan yang dikonsumsi anak haruslah memiliki kandungan yang baik untuk membantu tumbuh kembangnya. Namun, tak jarang terdapat zat-zat yang harus dikurangi pemberiannya kepada Si Kecil. Ada trik tersendiri agar Moms dapat membedakan jumlah pemberian makanan untuk anak.


Hal ini dijelaskan oleh Dr. Grace Junio-Kahl, Msc, MH, Cht, pakar bariatik. Menurutnya, terdapat 3 golongan makanan yang dibagi berdasarkan warna layaknya lampu lalu lintas. Ketiga golongan ini adalah warna merah, kuning, dan hijau dengan penjelasan lengkapnya sebagai berikut:




Hijau

Makanan dan minuman berwarna hijau adalah golongan makanan yang baik dikonsumsi apabila lapar. Sebab kalorinya sangat kecil namun dapat mengenyangkan. Contohnya air putih, agar-agar, dan sayur-sayuran. Sedangkan untuk jenis makanan seperti roti, oat, sereal merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Namun jenis makanan tersebut memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi. Maka, penting juga untuk memerhatikan porsi makanan meskipun dapat dikonsumsi setiap hari.


Kuning

Makanan dan minuman yang termasuk kategori kuning yaitu yang boleh dikonsumsi dalam jumlah secukupnya saat lapar. Makanan ini cukup nutrisi serta tinggi serat, seperti ayam, ikan, daging, tahu, tempe, telur, yang diolah tanpa minyak berlebihan. Selain itu, kacang-kacangan, buah-buahan, susu, dan produk olahannya. Susu sendiri baru boleh diberikan kepada Si Kecil saat usianya di atas 2 tahun. Rekomendasi pemerintah dan para ahli, anak dianjurkan minum susu 2 (dua) gelas sehari.



“Kalsium tidak hanya didapatkan dari susu saja, bisa dari telur, ikan, atau sayur. Terlalu banyak minum susu akan membuat kadar kalsium dalam tubuh menjadi terlalu tinggi. Ini dapat mengakibatkan penyerapan fosfor menjadi terhambat,” jelas Dr. Grace.


Merah

Jenis makanan yang tergolong merah ini harus dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Makanan ini di antaranya yang mengandung gula, berlemak tinggi, dan kurang nutrisi. Misalnya, minuman kemasan, cokelat, donat, junkfood, selai buah, permen, kue, dan es krim. Makanan tinggi gula hanya boleh dikonsumsi balita sekitar 5-10 gr per hari. Untuk makanan tinggi gula dan lemak, hanya dikonsumsi sebesar 30-40 gr per hari. Sedangkan minyak, mentega, dan margarin boleh dikonsumsi sekitar 20-25 gr saja per harinya.


Nah, Moms sudah mengetahui rambu-rambu makanan yang bisa dikonsumsi keluarga terutama Si Kecil setiap hari. Jadikan ini sebagai panduan dalam pemberian makannya, agar ia dapat tumbuh dengan sehat dan optimal, baik dari fisik, psikis, maupun otaknya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   makanan,   warna makanan