Home - Kesehatan - Kesehatan / 10 Oktober 2018 / Redaksi

Risiko Penyakit Jantung Rendah dengan Cegah Kolesterol

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, penyakit jantung adalah penyakit tidak menular (PTM) yang penderitanya paling banyak di Indonesia bahkan di dunia. Dan penyakit ini merupakan yang paling banyak menyedot anggaran keuangan pemerintah.

 

Salah satu penyebab penyakit jantung adalah kolesterol tinggi yang diakibatkan perubahan pola hidup. Karena segala hal dituntut serba cepat, maka makanan serba instan atau cepat saji menjadi alternatif pilihan. Ini menjadikan pola hidup pun tidak sehat.

 

Selain itu, rutinitas yang padat berdampak pada berkurangnya waktu untuk berolah raga. Ini pun turut mengubah pola tidur menjadi tidak teratur. Hal tersebut membuat 1/3 penduduk dunia tidak terhindarkan dari penyakit mematikan nomor satu ini.

 

Penyakit jantung sendiri umumnya dialami oleh masyarakat kalangan bawah, karena kurangnya edukasi mengenai pola hidup sehat. Kecenderungan merokok, tinggal di tempat dengan sanitasi kurang bersih, serta mengonsumsi makanan serba gorengan juga menjadi alasan utama.

 

Pencegahan dengan Herbal

Untuk mencegah kolesterol menjadi tinggi, Anda pun perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, mulai dari menjaga pola makan, rajin berolah raga, tidur yang cukup, serta mengecek kadar lemak darah secara teratur.

Tak hanya itu, kini kadar lemak darah juga bisa lebih terjaga dengan mengonsumsi suplemen herbal, Nutrafor CHOL. Kandungan ragi beras merah, guggulipid, dan chromium picolinat yang terdapat di dalamnya dapat menurunkan kadar lemak darah dalam tubuh.

Hal tersebut sudah diteliti secara langsung oleh tim dari Clinical Research Support Unit (CRSU), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa suplemen ini dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik dan tingkat kolesterol pun menurun.

“Dari penelitian ini dengan jumlah pasien yang terbatas dengan kolesterol LDL tinggi, Nutrafor CHOL terbukti sangat efektif dalam mengurangi kolesterol LDL, tetapi tidak berpengaruh pada trigliserida,” jelas dr. Nafrialdi, PhD, SpPD, SpFK, ketua penelitian tersebut, ditemui beberapa waktu lalu.

Suplemen ini bisa dikonsumsi setiap hari dan beriringan dengan obat yang diberikan dokter. Namun, hasil penelitian ini masih berupa tahap awal, sehingga akan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pasien yang memiliki kolesterol tinggi.

 

Jadi Moms dan Dads, cobalah untuk mengubah gaya hidup Anda lebih sehat. Dengan kondisi tubuh baik, maka Si Kecil pun juga bisa tumbuh dengan lebih optimal didampingi kedua orang tuanya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Kelebihan Vitamin bisa Membahayakan Kehamilan

Waspada Gejala Infertilitas pada Pasangan Suami-Istri

Ingin Payudara Kencang? Lakukan Gerakan-Gerakan Ini



OTHER ARTICLES

Waspada! Picky Eater Bisa Sebabkan Stunting pada Anak

Bayi Ini Bangunkan Ibunya yang Koma selama 23 Hari

Mengajari Anak Cara Menerima Kekalahan

Moms, Ini Perubahan Positif pada Tubuh Usai Melahirkan

4 Hal Penting untuk Hindari Siblings Rivalry