Mother&Baby Indonesia
Cara Agar Bayi Lahir Sehat Seperti Bayi Sandra Dewi

Cara Agar Bayi Lahir Sehat Seperti Bayi Sandra Dewi

Hari ini dunia hiburan diwarnai kabar bahagia. Itu lantaran Sandra Dewi, aktris cantik, melahirkan anak pertamanya di tanggal 1 Januari 2018, lalu. Bukan hanya karena tanggal lahirnya yang spesial – karena bertepatan pada pergantian tahun, tapi bayi Sandra sangat sehat dan terlihat “montok”. Bagi Moms yang sedang "hamil besar" dan ingin bayi lahir dengan sehat seperti Sandra Dewi, ada kiat yang harus lakukan. Apa saja itu?

 

Konsultan Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita, Dr Irvan Adenin SpOG(K), calon ibu harus mencukupi gizi dan nutrisi janin dalam kandungan. Menurutnya, hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi karena janin yang berkembang sehat itu berasal cukupnya kebutuhan nutrisi pada janin.



 

Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, ada dua jalur utama, yakni jalur nutrisi pembuluh darah ibu dan komposisi nutrisinya. Bila jalur nutrisi pembuluh darah ibu bagus, maka oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin untuk berkembang bakal lancar.

 

“Tetapi, untuk mengetahui cukup tidaknya tersebut, harus dipastikan pembuluh darah ibu hingga ke pembuluh darah perfier dalam kondisi sehat tidak menyempit. Calon ibu bisa memeriksakan kehamilannya lewat USG, setidaknya tiga kali saat hamil,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

 

“Cek pertama kali pada trimester pertama atau minggu ke-6 sampai 24 Minggu. USG kedua pada usia kehamilan 18-24 minggu. Di masa ini, kecacatan janin bisa diketahui, dan USG ketiga, diminggu 32-34 untuk memastikan perumbuhan janin – apakah adanya penyempitan pada pembuluh darah darah ibu dari sejak awal kehamilan sampai akhir,” tambahnya.

 

Sementara apa saja nutrisi yang harus dicukupi? dr. Julia Dewi Nerfina M.Gizi. Sp.GK, spesialis gizi klinik dari RSUD Cianjur, menerangkan, asupan yang harus diperbanyak saat trimester pertama ialah zat besi dan asam folat. Itu karena dua kandungan membantu menyuplai nutrisi yang di masa ini dibutuhkan untuk pembentukan organ pada janin.

 

“Kebutuhan zat besi pada wanita dewasa 14-16 gram, tapi saat kondisi hamil bertambah 20 gram. Sementara asam folat untuk ibu hamil sekira 500 mikrogram,” ungkapnya.



 

Tak kalah penting, tambah dokter Julia, kalsium juga harus dicukupi saat hamil. Para calon ibu harus bisa mencukupi kebutuhan kalsium perharinya ialah 1000 mg untuk pertumbuhan dan kepadatan tulang janin.

 

“Anda bisa mengonsumsi susu rendah lemak. Atau, bila Anda tidak toleran dengan susu, bisa diganti dengan produk turunan susu yang dimakan dalam porsi kecil. Tetapi bertahap dan dikombinasikan dengan produk susu lain seperti yogurt, susu dan lain-lain, “terangnya.

 

Kemudian, Anda harus harus mengonsumsi lebih banyak dari biasanya. Di mana penambahan asupan makanan pada trimester pertama lebih kurang 180 kalori, atau setara dengan satu gelas susu dan satu potong biskuit atau apel.

 

Sedangkan trimester kedua dan ketiga sekira 300 kalori atau setara dengan dua gelas susu atau satu gelas susu ditambah apel dan biskuit. Buat Anda yang masih underweight, dianjurkan menaikkan jumlah asupan saat hamil. Itu agar janin yang berkembang dalam perut tumbuh maksimal

 

“Apa indikator nutrisi saat hamil cukup, Anda bisa melihat dari Indeks Masa Tubuh (IMT) sebelum hamil, apakah berat badan ibu kurang, normal atau obesitas. Jika IMT kurang maka diharapkan kenaikan berat badan total saat hamil adalah 12,5-18 kg, jika IMT normal 7-11,5 kg, dan jika ibu obesitas 5-9 kg,” pungkas dokter Ivan. (Qalbinur Nawawi/ Dok. Istimewa)



Tags: sandra dewi,   hamil sehat,   anak lahir sehat,   asupan saat hamil,   nutrisi saat hamil,  










Cover Mei-Juni-Juli 2020