Mother&Baby Indonesia
6 Penyebab Jamur pada Vagina, Hindari Yuk Moms

6 Penyebab Jamur pada Vagina, Hindari Yuk Moms

Beberapa wanita mungkin pernah merasakan infeksi jamur pada vagina. Dan sebenarnya infeksi jamur itu sendiri sudah umum terjadi. Itu karena bagian organ intim sangat sensitif dan butuh butuh perhatian ekstra untuk tetap sehat.

 

Tetapi, terkadang, saat kita sudah cukup sadar tentang kesehatan miss V tetap saja infeksi datang. Alhasil membuat aktivitas harian jadi tidak nyaman hingga muncul bau tak sedap pada miss V.

 

Apa saja penyebabnya? Berikut ialah penyebab yang menyebabkan jamur pada vagina, sebagaimana dilansir laman Healthmeup.

 

1. Pembalut

Ya, pembalut bisa memunculkan bakteri kalau Anda pakai terlalu lama, Moms. Selain itu, hindari memakai pembalut beraroma, karena pembalut jenis ini bikin keseimbangan hilang antara  lactobacillus acidophilus (yang merupakan bakteri baik)  dan bakteri lainnya.

 

2. Pakai celana ketat

Anda pasti kurang lebih tahu tentang hal ini. Betul, kalau saat kita beraktivitas bahan celana yang dipakai tidak menyerap keringat dan ketat, itu akan membuat bakteri berkembang di organ intim. Dan hal itu juga berlaku pada wanita di mana jika celana yang Anda pakai tidak memberikan ruang udara atau nyaman, itu akan menciptakan bau pada miss V. Sebabnya? karena bakteri sudah berkembang biak di organ intim Anda.

 

3. Pakai sabun mandi

Untuk membersihkan bagian Miss V, hindari memakai pakai sabun biasa. Karena sabun tubuh – yang biasa Moms pakai – punya tingkat pH tinggi yang bisa mencuci bakteri baik dalam Miss V. Jika dibiasakan, bakteri itu akan menciptakan bau tak sedap. Adapun bila Anda ingin menjaga organ intim Anda tetap sehat, gunakanlah sabun khusus lalu membasuhnya dengan air mengalir.

 

4. Pola makan

Apakah Anda orang yang suka mengonsumsi manis-manis? Bila iya, mungkin saatnya Anda menguranginya pelan-pelan. Karena jaringan lunak di dalam miss V beserta cairan vagina mengandungan banyak glukosa. Dan jamur yang hidup di vagina hidup dari kelebihan gula itu. Jadi, bila kadar gula Anda tinggi, maka pertumbuhan mereka akan semakin subur dan efeknya, minimal mendatangkan bau tak sedap.

 

5. Minum obat antibiotik

Ya, obat antibiotik seperti penisilin, erythromycin, tetrasiklin, dan amoxicillin, punya efek samping mengganggu pH alami vagina yang biasanya sedikit asam, dengan membunuh bakteri sehat. Dampaknya, pertumbuhan ragi meningkat dan bisa menyebabkan infeksi jamur pada vagina.

 

6. Mandi air hangat

Mungkin bagi Moms merasa mandi air hangat itu lebih enak ketimbang air dingin. Tapi tahukah Anda bahwa air hangat yang digunakan bisa mengganggu kesehatan organ intim Anda? Ya, mengutip laman Healthmeup, air hangat bisa menghambat pertumbuhan bakteri alami dan menyehatkan organ intim wanita. Alhasil, meningkatkan pertumbuhan ragi pada vagina. Oleh karenanya, lebih baik pakai air dingin bila Anda ingin mandi. Karena itu bisa menyeimbangkan tingkat bakteri pada bagian miss V. (Qalbilnur Nawawi/Dok. Pexels)

 



Tags: jamur pada vagina,   bau tak sedap pada vagina,   vagina bau,   jamur vagina










Cover Mei-Juni-Juli 2020