Mother&Baby Indonesia
5 Fakta di Balik Mitos-mitos Menyusui

5 Fakta di Balik Mitos-mitos Menyusui

Selama fase menyusui, bayi Anda aka selalu menempel pada payudara untuk menerima asupan nutrisinya. Anda pun mulai mencari tahu dan mendengar mitos yang perlu atau tidak boleh dilakukan selama melalui fase ASI eksklusif ini. Berikut beberapa mitos yang cukup berbanding terbalik dengan fakta secara medis.




1. Anda harus berhenti menggunakan antiperspirant

Dalam antiperspirant (zat yang mengurangi produksi keringat pada ketiak) memang terkandung alumunium, yang mitosnya berbahaya jika dipakai oleh ibu menyusui. Hal ini dibantah Aimee Abu-Shamsieh, M.D., M.P.H., profesor klinis pediatri di UCSF Fresno. "Aluminium secara alami biasa ditemukan di lingkungan sekitar. Bahkan sebagian besar berasal dari makanan dan bukan produk kulit. Jadi kecil kemungkinan adanya alumunium yang mengenai puting ibu,jelasnya.

Namun, Moms memang harus mengantisipasi ketika menggunakan deodorant dalam bentuk cair dan disemprotkan pada ketiak. Jika penggunaannya tidak tepat dan mengenai puting ibu, maka akan membuat rasa tidak enak saat dihisap bayi ketika menyusui.


Baca juga: Masalah Ibu Menyusui: Puting Lecet dan Berdarah


2. Anda tidak boleh menggunakan pereda rasa sakit


Rasa sakit khususnya di kepala atau ketika terpapar flu, satu-satunya cara hanya dengan minum obat pereda rasa sakit. Ada beberapa senyawa yang dilarang untuk dikonsumsi, tetapi ada juga yang aman diminum ibu menyusui. Menurut laporan American Academy of Pediatrics (AAP), ibuprofen, acetaminophen, dan naproxen umumnya boleh dikonsumsi untuk meredakan sakit sang ibu.

Namun, Moms tetap harus memperhatikan takaran obat yang bisa dikonsumsi selama menyusui. "Gunakan dosis obat terendah untuk jangka waktu sesingkat mungkin," ujar penulis laporan AAP, Hari Cheryl Sachs, M.D. Untuk senyawa dalam obat pereda rasa sakit yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui salah satunya adalah dekongestan, yang dapat menurunkan produksi susu.





3. Ibu menyusui dilarang minum kopi


Setelah menjalani hari yang panjang karena harus menyusui Si Kecil yang terbangun di tengah malam membuat Anda kelelahan. Salah satu cara kembali segar tentu dengan meminum satu hingga tiga gelas kopi dalam satu hari. Hal ini diperbolehkan secara medis, seperti penjelasan Dr. Abu-Shamsieh,”Penelitian menunjukkan bahwa jumlah kafein yang didapat bayi Anda hanya sebagian kecil dari jumlah yang Anda minum.”

Namun, pastikan untuk mengonsumsi kopi maksimal 6 ons per hari. Jika tidak, maka bayi akan lebih mudah gelisah dan tersinggung hingga susah tidur atau ditenangkan.


Baca juga: 14 Makanan yang Perlu Dihindari oleh Ibu Menyusui


4. Anda harus mengurangi jumlah kalori untuk menjaga berat badan bayi


Pengurangan jumlah kalori untuk seorang ibu tidak berpengaruh pada tumbuh kembang bayinya. Jadi, Moms tidak perlu khawatir untuk membatasi asupan makanan. Terlebih lagi, Dr. Abu-Shamsieh mengatakan bahwa menyusui dapat membakar sekitar 500 kalori per hari.

Jika memang ingin mengurangi bobot tubuh, Anda bisa melakukannya setelah dua bulan melahirkan. Selain itu, Anda juga bisa mulai mengurangi jumlah kalori hanya sekitar 1.800 kalori per hari dengan makan makanan seimbang. Konsumsi lemak sehat bisa didapat dari alpukat dan kacang-kacangan, ditambah buah, sayuran, kacang polong, dan daging tanpa lemak.



5. Anda boleh minum alkohol asalkan susu yang dihasilkan harus dibuang


Minum alkohol sekecil apapun tetap akan mempengaruhi kualitas ASI Anda. Selain mengubah rasa, kandungan alkohol juga berdampak buruk untuk tumbuh kembang bayi. Penasihat orang tua Laura Riley, M.D., direktur kehamilan dan persalinan di Massachusetts General Hospital, menjelaskan bahwa Alkohol adalah neurotoxin yang dapat memengaruhi perkembangan otak bayi. Hal ini membantah mitos boleh minum alkohol asalkan susu yang dihasilkan harus dibuang, karena efek alkohol pada ASI tidak langsung hilang begitu saja. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)



Tags: menyusui,   asi,   mitos,   kebenaran,   kesehatan








Related Article