Mother&Baby Indonesia
Kampanye Time's Up di Grammy 2018 Dipenuhi Mawar Putih

Kampanye Time's Up di Grammy 2018 Dipenuhi Mawar Putih

Perhelatan Grammy Awards tahun ini berlangsung dengan sukses, meriah, dan dihiasi mawar putih sebagi bentuk dukungan untuk melawan pelecehan seksual. Hal ini terlihat dari bunga mawar putih yang dikenakan oleh Hampir semua tamu baik musisi maupun pembawa acara terlihat mengenakan mawar putih, mulai dari red carpet hingga acara penghargaan usai.

 

Pemakaian mawar putih ini dimaksudkan untuk mendukung kampanye Time's Up, untuk melawan isu tindak pelecehan seksual yang sedang menjadi perhatian warga AS. Kampanye ini dibuat oleh sebuah kelompok bernama Voices in Entertainment, yang dipimpin oleh Meg Harkins, wakil presiden pemasaran di Roc Nation, dan Karen Rait, kepala bagian promosi di Interscope/Geffen/A & M Records.



 

Beberapa musisi wanita yang terlihat mengenakan mawar putih ini sebelumnya telah menandatangani sebuah kontrak dan bersedia mendukung kampanye tersebut. Beberapa diantaranya seperti Rita Ora, Anna Kendrick, Kelly Clarkson, Cyndi Lauper, P!nk, juga Janelle Monae. Artis dan musisi lainnya juga ikut mendukung kampanye ini, seperti James Corden, Ryan Seacrest, The Chainsmokers, juga Alessia Cara dan Dua Lipa.

 

Pemilihan bunga mawar putih sendiri memiliki makna mendalam. Hal ini juga disampaikan melalui surat dari kelompok Voices in Entertainment, ”Kami memilih mawar putih karena secara historis itu berarti harapan, kedamaian, simpati dan perlawanan.”

 

“Melalui kampanye ini, sekaligus mewakili harapan, kedamaian, simpati dan perlawanan. Menurut saya hal ini sangat indah bagi setiap manusia dan juga ketika dibagikan pada orang lain,” ungkap Kelly Clarkson pada Huffington Post.

 



 

Selain penggunaan bunga mawar putih, penyanyi Kesha juga ikut mendukung kampanye Time's Up ini dengan menyumbangkan suaranya. Melalui lagu berjudul "Praying", Kesha menyanyikannya bersama Bebe Rexha, Camilla Cabello, Cindy Lauper, Andra Day dan beberapa musisi wanita lainnya. Melalui lagu ini, Kesha menunjukkan dirinya yang kuat menghadapi berbagai halangan dan berdoa menjadi salah satu cara yang membuat dirinya bertahan dan tetap berjuang.

 

Kesha sendiri tengah menjalani persidangan untuk memutuskan kontrak dengan seorang produser musik, Dr. Luke. Kesha bersaksi bahwa Luke telah membatasi kebebasannya dalam bermusik, memberikan kontrak yang tidak manusiawi, dan juga melakukan pelecehan seksual. Kasus ini sendiri masih berlanjut dan membuat Kesha harus vakum dari dunia musik, yang kemudian kembali dengan album terbaru bertemakan Rainbow.

 

Melalui kampanye ini, berbagai pihak berharap agar kasus kekerasan dan pelecehan seksual bisa mereda. Dengan partisipasi dari para musisi juga dilakukan supaya dampak yang positif bisa sampai ke masyarakat secara luas. (Vonia Lucky/TW/Dok. Huffingtonpost, Twitter @KeshaRose)



Tags: berita,   grammy_2018,   penghargaan,   kampanye








Cover Januari - Februari 2020