Mother&Baby Indonesia
Cegah Malnutrisi dengan 7 Cara Ini

Cegah Malnutrisi dengan 7 Cara Ini

Moms, permasalahan gizi masih menjadi salah satu masalah utama di negeri kita tercinta ini. Bahkan beberapa hari lalu, gizi buruk dan campak yang menyerang anak-anak Papua kembali melejit dan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Selain itu, tingkat stunting di Indonesia masih tinggi dengan jumlah 38 persen. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara kelima dengan jumlah stunting tertinggi di dunia.

 



Mengatasi permasalahan gizi ini Dr. Damayanti Rusli Sjarif, Ph.D, Sp. A(K) anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI, menyatakan pentingnya upaya pencegahan sejak dini yang difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 1000 HPK terdiri dari 275 hari masa kehamilan dan 2 tahun pertama Si Kecil. Ia menyatakan pentingnya kesadaran ibu dalam mencukupkan asupan gizi Si Kecil untuk mencegah malnutrisi.

 

Malnutrisi berarti konsumsi gizi dalam takaran yang salah, baik berlebihan maupun kekurangan. Berlebihan gizi akan menyebabkan obesitas, yang berujung pada kecenderungan banyaknya penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes maupun tekanan darah tinggi yang kelak akan diidap oleh Si Kecil. Kekurangan gizi akan menyebabkan gizi buruk dan stunting, yang berujung pada tingkat harapan hidup dan kinerja yang rendah. Kedua kondisi malnutrisi ini penting untuk dihindari demi masa depan yang cerah bagi SI Kecil.

 

Pada acara Peringatan Hari Gizi Nasional yang digelar oleh Muslimat Natdathul Ulama dan YIACI (Yayasan Insan Abhipraya Cendekia Indonesia), Dr. Damayanti memberikan beberapa tip bagi para ibu di Indonesia untuk mencegah malnutrisi pada Si Kecil, antara lain:

  1. Konsumsi gizi seimbang saat hamil. Takaran gizi yang cocok bagi para ibu di Indonesia dapat dilihat pada Pedoman Gizi Seimbang yang diatur oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.



  2. Konsultasi pada dokter kandungan secara berkala untuk mengetahui perkembangan janin. Langkah ini menjadi upaya deteksi dini malnutrisi pada Si Kecil.

  3. Berikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama Si Kecil. Konsultasi pada dokter apabila Anda tidak memiliki cukup ASI untuk Si Kecil.

  4. Mulai MPASI setelah 6 bulan pertama dengan gizi yang seimbang. MPASI yang baik adalah yang mengandung zat besi yang cukup.

  5. Jangan ragu berikan beberapa bumbu masak pada MPASI Si Kecil. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi nafsu makan Si Kecil serta mencegah GTM di kemudian hari.

  6. Gunakan pangan asli Indonesia. Selain harga yang cenderung lebih terjangkau dan mudah didapat, pangan lokal dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia secara maksimal.

  7. Timbang berat dan tinggi Si Kecil mulai dari usia 3 bulan. Langkah ini merupakan langkah pertama yang dapat dilakukan setelah ia lahir untuk mendeteksi kecukupan gizi Si Kecil. (Gabriela A. Pramesvari/Dok. Freepik)



Tags: malanutrisi,   kesehatan,   anak,   balita,   gizi,   nutrisi