Mother&Baby Indonesia
7 Cara Menjadi Ayah yang Baik

7 Cara Menjadi Ayah yang Baik

Semua ayah tentu ingin menjadi ayah yang baik bagi anaknya. Sayangnya, anak terlahir tanpa buku panduan! Untuk itu, dilansir dari Parents.com, Scott Kelby, penulis buku The Book for Guys Who Don't Want Kids, berbagi 7 tips untuk menjadi ayah yang baik.

 

1. Jangan takut menjadi ayah yang baik.



“Saya ingin menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya.” Bagi beberapa orang, kalimat itu mungkin terasa terlalu berlebihan atau terlalu muluk untuk diucapkan. Padahal, itu adalah kalimat motivasi yang membuat Anda terus belajar dari kesalahan. Menurut Scott, menjadi ayah yang baik bukan berarti harus lihat mengganti popok, atau harus mau menemani Si Kecil bermain boneka.

 

“Menjadi ayah yang baik itu harus berawal dari menjadi suami yang baik. Semua dimulai ketika Anda mulai ikut serta dalam proses persalinan,” ujar Scott. Ia juga menambahkan kalau Anda harus memastikan pernikahan Anda sudah kuat dan kompak, karena dari situlah awal mulai ayah yang baik muncul.

 

2. Jalani rutinitas seperti sedia kala.

Banyak orang tua baru yang kaget ketika Si Kecil lahir, dan mereka bahkan tidak meninggalkan rumah selama 2 tahun karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada Si Kecil. Tenang saja, Dads! Setelah beberapa minggu bayi Anda lahir, mulailah untuk hidup normal seperti sedia kala. Ajaklah bayi Anda mengikuti segala kegiatan yang dulu sering Anda lakukan: sarapan di luar, belanja, bahkan bertemu teman-teman.

 

“Ketika Anda mulai melakukan hal reguler, hal ini akan membuang jauh-jauh stres dalam diri Anda dan istri, dan Anda berdua akan mendapatkan waktu untuk hidup seperti pasangan lagi, bukan dua orang yang dirantai 24 jam di dalam rumah,” ujar Scott.

 

3. Beri istri Anda waktu untuk beristirahat.

Saat bicara tentang mengasuh bayi, tentu saja tugas ibu lebih besar dari tugas ayah (ya, akui saja). Ketika ayah bekerja 9 jam per hari, pekerjaan ibu tidak pernah berhenti sedetik pun. Untuk itu, beri dukungan atas kerja keras istri Anda dengan memberinya waktu 'libur' sejenak. Paling tidak, Anda bisa membantu istri dengan menjaga Si Kecil saat ia tidur siang, agar ibu bisa menikmati creambath kilat di salon terdekat dari rumah. Percayalah, hal kecil itu dapat membangkitkan semangat dan kepercayaan diri istri. Ingat! Happy mom, happy family.



 

4. Bayi bangun di tengah malam? Temani istri Anda.

Tidak hanya bayi Anda, sepertinya hampir seluruh bayi di dunia ini sering bangun tengah malam. Ya, mungkin bayi Anda hanya haus dan ingin menikmati ASI langsung dari ibu, namun bukan berarti hanya ibu yang harus bangun tengah malam lho, Dads! “Hey, saya memang bilang kalau memiliki anak adalah hal yang indah, tapi saya tidak bilang itu adalah hal yang mudah,” ujar Scott. Nah, apa Anda tega membiarkan istri Anda melalui masa-masa sulit menyusui Si Kecil tengah malam seorang diri? Pastikan Dads ada di waktu itu untuk memberi dukungan.

 

5. Jangan ragu untuk menunjukkan kasih sayang pada Si Kecil.

Anak membutuhkan kasih sayang, namun mereka tidak mengerti kata 'cinta' dalam bentuk apapun. Jadi, mengatakan 'ayah sayang kamu' pada Si Kecil saja rasanya percuma, Dads! Untuk itu, tunjukkan cinta dan kasih sayang Anda dengan pelukan, kelitikan, dan ciuman hangat yang membuatnya merasa dicintai. Beberapa ayah mungkin merasa aneh atau kaku untuk melakukan ini, tapi percayalah ini adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan cinta pada anak Anda. Pernah melihat anak yang langsung lompat ke pelukan ayahnya ketika ayah baru pulang kerja? Hal itu hanya dilakukan oleh anak yang merasa dicintai oleh ayahnya.

6. Perlakukan anak seperti Anda ingin diperlakukan waktu kecil.

Pengalaman Anda di masa kecil, adalah panduan tepat baik agar Anda bisa menjadi ayah yang baik. Ingat bagaimana rasanya Anda diberi perhatian dan dukungan oleh ayah Anda? Contohlah. Atau jika ayah Anda bukan orang yang suka menunjukkan kasih sayang, belajarlah darinya. Ingat kembali masa kecil Anda, dan perlakukan anak Anda seperti halnya Anda ingin diperlakukan sewaktu kecil.

 

7. Jangan pernah menyakiti keluarga Anda!

Tidak ada satu alasanpun di dunia ini yang membenarkan Anda untuk menyakit anak atau istri Anda! Menyakiti dengan memukul, atau pun membentaknya. Segala jerih payah Anda untuk menjadi ayah yang baik akan hilang hanya dengan 1 pukulan. Dan tanamkan juga benih ini ke anak Anda, agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang tidak menyukai kekerasan. Kelak, jika ia ditanya cara menjadi orang tua yang baik, tentu dengan bangga ia akan menyebut orang tuanya sebagai contoh yang baik juga. (Tiffany Warrantyasri/Dok. Freepik)



Tags: ayah,   anak,   keluarga,   peran,   sikap,   tips