Mother&Baby Indonesia
Perkembangan Kemampuan Bicara Anak

Perkembangan Kemampuan Bicara Anak

“Sudah usia 2 tahun, kok anak saya belum lancar berbicara ya?” Pertanyaan seperti itu tentu sering Anda dengar dari sesama orangtua. Isu keterlambatan bicara atau speech delay pada anak memang kerap membuat orang tua khawatir ya, Moms. Terlebih, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 5-8 persen anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara. Untuk memastikan anak Anda tidak mengalami keterlambatan bicara, maka Moms harus mengetahui terlebih dahulu tahapan perkembangan bicara yang normal pada anak, mulai dari bayi. Yuk, kenali perkembangan kemampuan Si Kecil berbicara, mulai dari usia 2-3 bulan hingga 3-5 tahun.

 

Tahap Perkembangan Kemampuan Anak untuk Bicara




2-3 Bulan

Untuk newborn atau bayi baru lahir, komunikasi yang bisa ia sampaikan adalah lewat tangisan. Menurut National Institute of Deafness and Other Communication Disorders, tahap pertama dari proses belajar bicara adalah ketika bayi mengetahui bahwa dengan menangis, maka ia bisa mendapatkan makanan, kenyamanan, dan pelukan hangat. Memasuki usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah mulai memasuki masa cooing atau membuat suara seperti “aah” dan “uuh.” Seperti yang disampaikan IDAI, bayi usia 2-3 bulan juga senang bereksperimen dengan macam-macam bunyi yang bisa ia hasilkan, misalnya suara menyerupai orang sedang berkumur.

Ia juga sudah mulai bereaksi terhadap orang lain lho, yaitu dengan mengeluarkan suara. Jadi jangan kaget kalau ia mulai merespons panggilan Anda ya, karena di usia 3 bulan bayi sudah bisa mencari sumber suara yang ia dengar. Untuk mendukung momen ini, Anda bisa memberikan hadiah berupa mainan yang bisa mengeluarkan suara.

 

3-6 Bulan

Di usia ini bayi sudah semakin pintar berbicara, ia bahkan mulai memberikan respons jika namanya dipanggil, dan mulai mengenali emosi dalam nada bicara. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), di usia ini anak sudah melalukan babbling atau mengoceh yang mulai terdengar seperti orang berbicara. Suaranya juga mulai variatif, termasuk bisa melafalkan huruf p, b, dan m. IDAI mengatakan bayi usia ini mulai mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papapapa, babababa, dan mamamama. Bayi bahkan mulai bisa mengatur nada bicara sesuai emosi yang ia rasakan, bahkan dengan ekspresi wajah yang sesuai.

 

6-9 bulan

Menurut IDAI, bayi usia ini mulai mengerti nama orang-orang terdekatnya, ia juga mulai mengerti benda dan konsep dasar, seperti ya, tidak, habis. Di usia 6-9 bulan ini ia juga sudah dapat mengucapkan kata-kata sederhana, seperti mama dan papa, walau belum tahu artinya.

 

9-12 bulan

Memasuki usia ini, bayi mulai bisa memanggil orang tuanya sesuai panggilan (mama papa, ayah ibu, mimi pipi, atau lainnya) dan sudah mengerti artinya. Si Kecil juga menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, atau menjulurkan tangan tanda minta digendong. Menurut ASHA, bayi usia ini juga suka membeo atau menirukan kata yang didengarnya. Walau menurut American Academy of Pediatrics bayi usia ini baru bisa mengucapkan 2-3 kata, namun menurut IDAI ia sudah mengerti sekitar 70 kata lho, Moms.



 

12-18 bulan

Setelah ulang tahun pertamanya, Si Kecil biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti. Kosakata Si Kecil juga bertambah banyak lho, Moms. Jika pada usia 15 bulan anak baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, maka pada usia 18 bulan kata yang bisa ia ucapkan sudah 5-50 kata. Bahkan sekitar usia 18 bulan, ia sudah bisa menyampaikan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.

 

18-24 bulan

“Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia dua tahun, sekitar 50 persen bicaranya dapat dimengerti orang lain,” jelas Dr. Amanda Soebadi, SpA, dalam tulisannya untuk Ikatan Dokter Anak Indonesia.

 

2-3 tahun

Jika sebelumnya Anda masih kesulitan mengerti kata-kata yang diucapkan Si Kecil, kini hampir semua kata yang ia ucapkan sudah dapat dimengerti orang lain. Di usia 2 tahun, anak sudah bisa menggunakan kalimat berisi 2-3 kata, bahkan lebih dari 3 kata ketika usianya mendekati 3 tahun. Anak juga mulai bicara menggunakan kalimat tanya. Siap-siap diberondong pertanyaan kritis dari Si Kecil ya, Moms.

 

3-5 tahun

Inilah masa Si Kecil mulai aktif bercerita dan tertarik mendengarkan cerita orang lain. Menurut ASHA, ia bisa menceritakan dengan rinci apa yang ia alami di sekolah, menggunakan banyak kalimat panjang berisi sekitar 4 kata atau lebih per kalimat. Ia juga bisa menggunakan kata dalam bentuk jamak, misalnya mainan-mainan, sepeda-sepeda, dan teman-teman. Jika Anda menanyakan kapan, di mana, siapa, ke mana, Si Kecil juga sudah bisa menjawabnya dengan baik. Si Kecil bahkan sudah pintar menggunakan kata ganti, seperti aku, kamu, dia, kita, mereka. (Tiffany Warrantyasri/Dok. Freepik)



Tags: bicara,   milestone,   anak,   balita,   batita,   bayi,   bahasa,  








Cover Januari - Februari 2020