Mother&Baby Indonesia
Pilih Pangan yang Aman dan Sehat untuk Keluarga

Pilih Pangan yang Aman dan Sehat untuk Keluarga

Moms, pastinya Anda pernah mendengar istilah ‘You are, what you eat!”. Ya, tentunya untuk konsumsi keluarga, Anda perlu memilihkan pangan yang aman dan sehat.
 
Kenapa penting memilihkan makanan aman, sehat, dan halal? Karena apa yang kita makan akan memberi dampak, baik pada fisik maupun psikis,” papar Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi pada Departemen Gizi Masyarakat –Fakultas Ekologi Manusia, IPB pada acara Journalist Goes to Campus yang diselenggarakan Danone dan FEMA IPB.
 
Bahkan, pada acara FAO/WHO International Conference on Nutrition, World Declaration on Nutrition, 1992 dinyatakan bahwa memeroleh makanan yang cukup, bergizi, dan aman adalah hak setiap manusia.
 
Adapun beberapa fungsi makanan di antaranya untuk menambah stamina dan daya tahan tubuh terhadap penyakit, serta menunjang tumbuh kembang anak. “Salah satu yang perlu diperhatikan adalah sarapan sebelum melakukan aktivitas atau sekolah. Sarapan membekali tubuh akan zat gizi yang diperlukan untuk dapat berpikir, melakukan kegiatan rutin dan beraktivitas fisik secara optimal.
 
Nah Moms, makanan yang kita sajikan sebaiknya dipastikan terhindar dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan, misalnya menimbulkan keracunan atau menyebabkan sakit karena mengandung kuman penyakit.
 
Pangan yang tidak aman, misalnya karena tercemar patogen, bahan kimia pestisida dan lainnya, dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan sakit, menurunkan produktivitas. “Bisa terjadi masalah yang fatal pada anak, ibu hamil, misalnya menimbulkan demam, diare, mual, muntah, sakit perut. Adapun komplikasi serius yang bisa terjadi di antaranya kerusakan ginjal, arthritis, kerusakan neurologi, septicemia, kematian premature dan gejala lainnya seperti tumor, hiperaktif dan sebagainya.
 
Nah, di Indonesia, bahan pangan berisiko mengalami cemaran mikroba lantaran buruknya kondisi higienis dan sanitasi. Selain itu, ada risiko cemaran kimia karena kondisi lingkungan yang tercemar limbah industri dan kendaraan  bermotor. Belum lagi risiko cemaran fisik seperti terkena potongan kayu, pasir, batu, pecahan kaca, isi staples, dsb.
 
Tak hanya itu, banyak juga terjadi penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan, misalnya formalin, rhodamin B, boraks, methanol yellow.
 
Adapun dampak residu pestisida  terhadap kesehatan dalam jangka panjang di antaranya dapat menyebabkan kanker dan cacat lahir, merusak atau mengganggu sistem syaraf, endokrin, reprodutif dan menurunkan kekebalan tubuh.
 
Penting juga kita tahu, janin, bayi, dan anak sangat rentan terhadap patogen dan residu kimia terutama pestisida, yang efeknya bisa kronik maupun akut.
 
Berikut dampak pestisida yang perlu kita waspadai:
-Paparan pestisida selama kehamilan meningkatkan risiko leukemia pada anak.
-Paparan selama perkembangan janin meingkatkan risiko non Hodgkins lymphoma
-Paparan tiga bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan meningkatkan risiko keguguran spontan.
-Mengganggu stamina dan kognitif anak. Tingkat perhatian kurang, memori dan koordinasi tangan mata terganggu dan kesulitan dalam
Membuat gambar garis sederhana.
-Paparan selama tahun pertama kehidupan berisiko lebih besar dibanding selama perkembangan janin.
-Paparan prenatal dapat merusak “architectural organization” dari area spesifik dalam otak dan perkembangan hati janin
-Pestisida merupakan penyebab Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) atau Thyroid Disrupting chemicals (TDCs)  hipothiroidism, stunting, gangguan intelegensia. Data Riskesdas 2010 dan 2013 menunjukkan, angka stunting di kalangan anak Indonesia meningkat dari 35,6 persen menjadi 37 persen.
-Pestisida menyebabkan demaskulinisasi.
 
SOLUSI YANG TEPAT
 
Sebagai upaya pencegahan, maka untuk mendapatkan pangan yang aman dan sehat perlu diperhatikan.
 
Lima kunci keamanan pangan:
1.     Jagalah kebersihan
2.     Pisahkan pangan mentah dari pangan matang
3.     Masaklah dengan benar
4.     Jagalah pangan pada suhu aman
5.     Gunakan air dan bahan baku yang aman
 
Lima kunci keamanan pangan untuk anak sekolah:
1.     Mengenali pangan yang aman
2.     Membli makanan yang aman
3.     Memperhatikan label pada kemasan
4.     Menjaga kebersihan
5.     Mencatat apa yang ditemukan
 
Adapun upaya mendapat pangan yang aman dengan cara:
1.     Makan bersama olahan sendiri di rumah, terutama sarapan
2.     Kembali ke pangan lokal
3.     Membeli pangan dari sumber yang terpercaya
4.     Membeli produk bersertifikat PRIMA, HACCP, atau berlabel organik Indonesia.
5.     Mengembangkan kawasan rumah pangan lestari
6.     Berkebun sendiri
(Hilman/dok. Freepik.com)
 





Tags: pangan,   makanan,   sehat,   pestisida,   anak,   keluarga










Cover Mei-Juni-Juli 2020