Mother&Baby Indonesia
Cegah Anak dari Risiko Kanker Kulit, Ini Caranya!

Cegah Anak dari Risiko Kanker Kulit, Ini Caranya!

Moms, mengajak Si Kecil beraktivitas atau bermain di luar rumah tentu mengasyikkan, ya. Misalnya, kita ajak anak bermain di taman sekitar rumah. Akan tetapi, Anda perlu memilihkan waktu yang tepat untuk mengajak Si Kecil bemain. Kenapa? Karena bila ia sering terpapar matahari bisa berisiko menimbulkan kanker kulit. Aduh!

 



Ya, seperti dikutip dari health.com, kita penting sekali mewaspadai bahaya paparan sinar matahari langsung bagi kulit Si Kecil. Menurut American Academy of Dermatology, bila anak mengalami sekali saja luka bakar atau melepuh saat masih kecil atau remaja lantaran sinar matahari, kelak ia berisiko mengalami melanoma sebanyak dua kali lipat!

 

Tentunya Moms ingin tahu bagaimana cara melindungi Buah Hati Anda dari serangan kanker kulit di kemudian hari, bukan? Yang jelas, pastikan ia tidak mengalami sengatan sinar matahari yang serius, terutama di saat kecil.

"Upaya melindungi anak dari paparan sinar matahari penting di setiap tahap kehidupan, termasuk pada masa bayi. Paparan sinar matahari sebenarnya merupakan faktor risiko kanker kulit yang mudah dicegah, termasuk melanoma," kata ahli penyakit kulit anak Sheila Fallon Friedlander. Beliau adalah seorang profesor pediatri dan dermatologi di University of California, San Diego. "Pasanglah pelindung sinar matahari (sun protector) di bagian kaca kendaraan Anda sehingga perjalanan akan terasa nyaman dan terlindung dari paparan sinar matahari,” kata Fallon Friedlander dalam siaran pers American Academy of Dermatology (AAD).

 

Nah, berikut tip lain dari Fallon Friedlander dan AAD, simak yuk Moms:



1. Gunakan pakaian lengan panjang atau celana panjang, topi bertepi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi Si Kecil dari paparan ultraviolet.

2. Pastikan bayi berada di tempat yang teduh, misalnya di bawah pohon yang rindang atau canopy. Jika Moms tak menemukan tempat yang teduh, gunakan payung

3. Hindari penggunaan tabir surya pada anak di bawah usia 6 bulan. Namun jika sangat diperlukan, gunakan tabir surya dengan kadar yang sangat sedikit ya.

4. Pilih tabur surya yang tahan air dengan SPF minimal 30. Hindari tabir surya yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida karena cenderung mengiritasi kulit sensitif Si Bayi. Kemudian, gunakan kembali setiap dua jam atau segera setelah berenang atau bila ia berkeringat.

Pastikan bayi Anda tetap aman di kala terik matahari dengan memastikan tidak terlalu kepanasan dan minum banyak cairan,” saran Fallon Friedlander.

Nah, jika bayi Anda rewel, menangis berlebihan atau mengalami kemerahan pada kulit karena terpapar sinar matahari, bawalah Si Kecil ke dalam rumah dengan segera. (Hilman/dok.freepik.com)

 



Tags: matahari,   ultraviolet,   kanker,   kulit,   bayi








Cover Januari - Februari 2020