Bayi - Tumbuh Kembang Bayi / 9 Agustus 2017 / Redaksi

Stimulasi Tepat Melatih Bayi Merangkak

Stimulasi Tepat Melatih Bayi Merangkak

Moms, perkembangan motorik kasar pada tahun awal kehidupan seorang anak selalu menarik untuk diamati. Sejak mulai miring ke kiri dan kanan, tengkurap, duduk, hingga berdiri dan berjalan, seorang bayi terus melatih kekuatan otot dan koordinasi geraknya. Kira-kira setelah ia mampu duduk sendiri tanpa bantuan, ia akan belajar bergerak untuk berpindah tempat, mulai menjelajah lingkungan sekitarnya.


 

Menurut dr. Catharine M. Sambo, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia seperti dikutip dari idai.or.id, sekitar usia tujuh sampai sepuluh bulan, bayi akan belajar berpindah tempat, sebelum ia belajar berdiri dan berjalan. Masing-masing bayi memiliki cara tersendiri untuk bergerak. Ada yang bergerak mundur dulu, lalu menangis karena menjadi semakin jauh dari mainan yang dituju. Ada yang bergeser dengan bokong, atau yang sering kita sebut sebagai ngesot.


 

Kemudian, ada yang berguling. Ada yang merayap, yaitu bergerak dalam posisi tengkurap sambil bagian dada dan perut tetap menyentuh permukaan lantai atau kasur. Ketika kekuatan tangan, kaki, punggung, dan kontrol kepala membaik, ia akan belajar untuk menopang berat tubuhnya dengan kaki dan tangan, lalu bergerak dengan menggunakan kaki dan tangan bergantian, sambil mengangkat kepalanya untuk melihat ke sekeliling. Inilah yang kita sebut sebagai merangkak.


 

Tidak semua bayi melalui tahap merangkak sebelum ia berdiri dan berjalan. Hal ini wajar, selama ia mengalami kemajuan dalam kemampuan menggunakan anggota tubuh untuk bergerak. Apabila bayi tidak menunjukkan minat atau perkembangan kemampuan bergerak, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Demikian pula apabila ia bergerak hanya dengan menggunakan sebagian atau satu sisi tubuhnya saja.


 

Bergerak dan merangkak adalah proses belajar yang menyenangkan, karena bayi mencapai satu titik perkembangan baru yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia sekitar. Anda dapat turut membantu perkembangannya dengan cara mengajak bermain, sambil memperhatikan hal-hal berikut:


 

  1. Sejak bulan-bulan awal, pada saat bermain seringlah mengajak bayi untuk tengkurap. Tidak perlu terlalu lama, cukup beberapa menit saja sebagai permulaan, kemudian ditingkatkan bertahap. Selalu dampingi bayi Anda ketika ia sedang dalam posisi tengkurap, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan. Bermain dalam posisi tengkurap membantu perkembangan kekuatan otot bahu, punggung, batang tubuh, dan tangan, sebagai dasar untuk belajar merangkak di kemudian hari.

  2. Untuk menumbuhkan minat bayi belajar meraih dan bergerak, letakkan mainan atau benda yang menarik di depan bayi tepat sejauh jangkauannya. Lihat apakah ia tertarik dan berusaha meraih mainan tersebut.

  3. Ketika ia sudah dapat menopang tubuhnya dengan kaki dan tangan, sesekali coba letakkan telapak tangan Anda di belakang telapak kakinya. Hal ini akan membantu bayi tetap stabil dan memberi dasar pijakan untuk mulai bergerak.

  4. Sebaiknya hindari menggunakan baby walker. Penggunaan baby walker yang terus-menerus dapat mengganggu perkembangan otot tertentu, juga mengurangi waktu berlatih untuk merangkak. Sebuah penelitian melaporkan bahwa bayi yang terus menggunakan baby walker lebih sedikit bermain dan berinteraksi dengan ibunya dibandingkan dengan bayi yang belajar merangkak dan berjalan mandiri tanpa alat bantu.

 

 

  1. Perhatikan waktu penggunaan alat bantu lain seperti kursi, bouncer, ayunan, dan gendongan. Bayi perlu mendapat cukup banyak waktu untuk bermain, bergerak, dan menjelajah secara mandiri.

  2. Belajar merangkak tidak perlu dipaksakan. Tidak ada patokan waktu dan cara yang baku untuk mengajari anak merangkak. Ingatlah bahwa beberapa anak tidak merangkak dan dapat langsung berdiri dan berjalan.

  3. Utamakan keamanan dan keselamatan anak. Periksa lingkungan sekeliling tempat bermain, dan amankan benda-benda yang memiliki potensi bahaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kabel dan stop kontak, pintu menuju tangga, dudukan toilet, meja, pot bunga atau benda-benda yang mudah jatuh atau terbalik, zat beracun, sudut meja yang tajam, kantong plastik, atau benda-benda kecil lain.


 

Jangan lupa bahwa ini juga adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan berbagai pengalaman melalui interaksi dan jelajah ruang. Selamat bersenang-senang! (Hilman/dok. Freepik.com)

loading...
loading...





RELATED ARTICLE

5 Manfaat Pemberian Finger Food untuk Bayi

Bayi Anda Sudah Bisa Merangkak? Ini Manfaatnya Moms!

Stimulasi Perkembangan Bayi dengan Cara Bermain




OTHER ARTICLES

Kehamilan Membuat Mata Lebih Kering? Ini Penjelasannya

8 Tips Menjemur Bayi

Tips Meningkatkan Semangat Belajar Anak

10 Fakta Wajib Tahu tentang Orgasme!

Tantrum Adalah Hal yang Baik! Ini 10 Alasannya