Mother&Baby Indonesia
Anak Mogok Sekolah, Efek Bila Terlalu Banyak PR

Anak Mogok Sekolah, Efek Bila Terlalu Banyak PR

Memasuki masa sekolah sungguh menyenangkan. Si Kecil akan bertemu dengan teman-teman baru dan lingkungan baru. Anda juga sangat bangga ketika Si Kecil sudah bisa masuk dalam sekolah yang ia sukai, namun setelah hampir 2 minggu masuk sekolah, ia terlihat murung dan tidak memiliki banyak waktu untuk bermain. Pekerjaan Rumah atau biasa yang disebut dengan PR ternyata menyita waktu bermainnya.

 

Tahun ajaran baru sekolah sudah dimulai ya, Moms. Anak-anak sudah kembali aktif belajar bahkan mungkin sudah mendapatkan tugas dari guru. Nah, salah satu fungsi tugas atau Pekerjaan Rumah adalah untuk menguji anak apakah materi yang diberikan guru sudah dapat dipahami atau belum. Meski begitu, PR yang terlalu banyak bisa menimbulkan persoalan, lho Moms. Salah satu efek bila anak kebanyakan PR adalah ia terpaksa menyantap menu makan malam dengan sangat cepat atau bahkan tak sempat makan lantaran harus mengerjakan tugas. Terlebih, waktu untuk bermain juga tersita demi mengerjakan PR yang begitu menumpuk.



 

Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua?



 

The National Education Association merekomendasikan, PR yang diberikan guru sebaiknya dapat dikerjakan anak selama 10 menit. Bila PR terlalu banyak atau sulit, Si Kecil akan merasa kesusahan atau bahkan ia jadi mogok sekolah. Bila itu yang terjadi, segeralah  menemui guru di sekolah. Bicarakan tentang beban yang diterima anak Anda. Soalnya, guru kadang tidak menyadari bahwa tugas yang ia berikan dapat membuat murid mengalami kesulitan. (Seva/HH/Dok. freepik)



Tags: sekolah,   belajar,   pr,   anak










Cover Mei-Juni-Juli 2020