Mother&Baby Indonesia
Ini Lho Bedanya Jadi Ibu Di Usia 20, 30 dan 40

Ini Lho Bedanya Jadi Ibu Di Usia 20, 30 dan 40

Banyak yang melontarkan pertanyaan, kapan usia tepat untuk menjadi ibu? Hmm, ada jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan ini karena perlu dilihat dari berbagai sudut, seperti kesehatan, kesiapan mental, ekonomi dan sebagainya. Karena itu, tidak akan dibahas tentang usia terbaik menjadi ibu, melainkan bagaimana usia memengaruhi seorang wanita menjalankan perannya sebagai ibu. Tentunya menjadi ibu pertama kali di usia 20 akan berbeda dengan usia 30 dan 40-an. Ingin tahu bedanya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

 

Usia 20-an



Menurut konsultan kesuburuan Mr. Mark Sedler, sebagaimana dilansir dari Motherandbaby.co.uk, keunggulan menjadi ibu di usia 20-an adalah berkaitan dengan fisik. Karena masih muda, maka fisik juga lebih kuat. Maka usia tepat untuk hamil ada dalam rentang usia ini yakni 20-an hingga awal 30-an. Hamil di usia ini, menurut Sedler, dapat mengurangi risiko penyakit dan gangguan tertentu. Misalnya, risiko preeklampsia, prematur, dan plasenta previa lebih rendah. Semakin muda Anda memiliki anak maka risiko terkena kanker payudara juga semakin rendah. Selain itu, dari sisi fisik, wanita berusia muda tentunya punya stamina lebih baik dalam merawat bayi siang dan malam. Di sisi lain, menjadi ibu muda bukan berarti tanpa masalah. Mungkin Anda akan mengalami stres karena tidak bisa melakukan hal-hal favorit seperti yang dilakukan oleh teman-teman Anda yang masih single. Selain itu, finansial yang belum mantap acapkali membuat ibu muda jadi lebih was-was.

 

Usia 30-an



Sementara, untuk wanita yang menjadi ibu untuk pertama kalinya di usia 30-an, kemungkinan sudah memiliki karir dan persiapan finansial yang sudah baik. Soal fisik pun tak perlu terlalu khawatir. Meski stamina tidak sama seperti ketika berusia 25 tahun, tapi Anda masih cukup bugar. Namun, bagi ibu yang berusia di atas 35 tahun, patut waspada karena mungkin Anda akan lebih sulit hamil akibat kesuburan yang semakin menurun. Risiko keguguran, preeklampsia, kehamilan ektopik dan melahirkan anak dengan kelainan kromosom pun meningkat.

 

Usia 40-an

Di usia 40-an kemungkinan untuk hamil jauh makin rendah dan masalah kesehatan yang dialami bayi kemungkinan semakin meningkat. Ibu di atas usia 40 juga membutuhkan lebih banyak intervensi saat persalinan. Tapi karena sekarang ilmu kesehatan semakin berkembang, maka dokter akan lebih berhati-hati memantau kehamilan Anda. Bagi mereka yang sudah berusaha namun tak kunjung hamil, bisa memilih opsi IVF atau bayi tabung untuk memiliki anak. Sementara dari sisi psikologis, wanita yang menjadi ibu di usia yang tak lagi muda akan lebih rileks mengasuh bayinya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang lahir dari ibu di usia 40-an, kebanyakan tumbuh cerdas, sehat dan jarang mengalami kecelakaan. (Meiskhe/HH/dok.Freepik)



Tags: ibu,   keluarga,   anak,   bayi,   usia,   risiko,   tepat,   hamil,   perbedaan








Cover Januari - Februari 2020