Mother&Baby Indonesia
Waspada! Efek Jangka Panjang Bila Anak Terlambat Bicara

Waspada! Efek Jangka Panjang Bila Anak Terlambat Bicara

Sudah pasti ya Moms akan ada banyak tantangan dalam mengasuh dan membesarkan Si Kecil. Nah, salah satu yang sering dicemaskan para Moms adalah kemampuan atau perkembangan bicara Si Kecil. Ya, tak sedikit Moms yang khawatir, apakah Buah Hatinya mengalami keterlambatan/gangguan bicara atau tidak. Pasalnya, begitu Moms perhatikan, Si Kecil ternyata kurang 'bawel' atau 'cerewet' bila dibandingkan dengan anak seusianya. Atau, ketika Moms perhatikan sehari-hari, kosa kata yang keluar dari mulut Si Kecil masih kurang banyak. Ia justru lebih sering menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tangan untuk mengungkapkan maksud atau keinginannya.


Nah Moms, perlu kita tahu ternyata keterlambatan atau gangguan/masalah perkembangan bicara barulah tampak kentara pada saat anak berusia di atas 2 tahun. Kalau Anda mencurigai ada tanda-tanda bahwa anak mengalami gangguan bicara, segeralah berkonsultasi dengan ahli, baik dokter maupun psikolog. Kenapa demikian? Karena gangguan bicara yang dialami anak, apalagi bila terus dibiarkan, dapat memengaruhi masa depannya.




Berikut ini Moms empat dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan masalah gangguan bicara pada anak, seperti dilansir dari Idai.or.id:


1) Anak Mengalami Kesulitan Belajar

Gangguan bicara pada anak akan memengaruhi kemampuannya dalam memahami sesuatu. Ia pun akan mengalami kesulitan membaca. Akibat selanjutnya, ia akan mengalami kesulitan belajar di sekolah ataupun melanjutkan pendidikan hingga dewasa.


2) Tingkat Kecemasan Anak Lebih Tinggi

Anak dengan gangguan bicara kemungkinan akan memiliki kadar kecemasan yang lebih tinggi, terutama saat ia beranjak remaja. Selanjutnya, saat menginjak usia produktif, ia mungkin akan merasakan ketakutan berlebihan, terutama saat bersosialisasi dengan orang lain.


3) Anak Cenderung Tidak Suka Berteman

Anak dengan gangguan bahasa mempunyai kualitas persahabatan dan partisipasi aktivitas sosial yang lebih rendah bila dibandingkan dengan anak dengan perkembangan normal. Selain itu, menurut studi, ia juga lebih berisiko menunjukkan kesulitan berhubungan dengan teman sebayanya.




4) Gangguan Bahasa akan Menetap

Sebuah riset menunjukkan bahwa gangguan bicara dan bahasa yang diidentifikasi saat anak berusia 5 tahun, sebanyak 72 persen di antaranya tetap mengalami gangguan di usia 12 tahun.


Nah, agar dampak jangka panjang di atas tidak terjadi, Moms perlu mendeteksi gangguan atau keterlambatan bicara yang dialami anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan terus memantau perkembangan bahasa Si Kecil. Apabila tidak sesuai dengan milestone-nya, segeralah berkonsultasi dengan ahli. Selain itu, pantau terus prestasi akademik anak di sekolah ya, Moms! (Meiskhe/HH/dok.Freepik)

BACA JUGA:

Hindari Kesalahan Ini Agar Anak Tak Lambat Bicara

Anak Laki-laki Lebih Lambat Bicara?

Anak Bisa Lancar Bicara dengan Makanan Ini
 

 



Tags: balita,   anak,   gangguan,   terlambat,   bicara,   bahasa,   jangka_panjang,   dampak,   konsultasi,   riset,   dokter










Cover April 2020