Mother&Baby Indonesia
5 Cara Stimulasi Multisensori pada Bayi Baru Lahir

5 Cara Stimulasi Multisensori pada Bayi Baru Lahir

Moms, terhitung sejak bayi lahir, Anda sudah bisa memberikan stimulasi multisensori kepada Si Kecil. Stimulasi sensori ini sangat penting dilakukan karena bisa menyelamatkan bayi terutama di awal kehidupannya (28 hari). Nah, bagaimanakah cara tepat untuk menstimulasi multisensori Si Mungil ini? Yuk, simak penjelasan dr. Bernie Endiarini Medise, Sp.A berikut ini:

 

1) Indra peraba (touch)
Indra peraba adalah indra pertama yang terbentuk sejak janin masih di dalam rahim. Saat bayi lahir, ibu sebaiknya langsung mendekap bayi atau skin to skin contact ke dada. Ini bermanfaat untuk menenangkan bayi dan menstabilkan detak jantungnya. Sentuhan ini akan memicu lepasnya hormon oksitoksin, sehingga meningkatkan bonding antara ibu dan bayi. Selain itu, sentuhan atau dekapan ini ternyata bisa meningkatkan sistem imun dan memperlancar sirkulasi darah.




2) Indra penglihatan (visual)
Saat indra penglihatan bayi berkembang, ia akan belajar mengenai koordinasi mata dan tangan, seperti memegang dan meraih objek. Nah, untuk meningkatkan kemampuan indra penglihatan Si Kecil, sering-seringlah melakukan kontak mata dengannya. Kualitas kontak mata ini sangat penting.

 

3) Indra penciuman (smell)
Bayi sudah terkesan dengan bau di sekelilingnya saat dilahirkan lho, Moms. Bau yang menyenangkan untuk bayi atau yang wanginya sesuai dengan sensitivitas indra penciuman, sudah terbukti meningkatkan ketenangan, perhatian, mood jadi lebih baik dan mengurangi stres pada bayi. Untuk itu, Anda perlu menstimulasi indra penciumannya, misalnya dengan memandikan bayi dengan sampo dan sabun yang beraroma wangi.

 

4) Indra pendengaran (hearing)
Moms, indra pendengaran bayi sudah berkembang sejak di dalam lahir, yaitu pada 23 minggu kehamilan. Indra ini berperan penting dalam perkembangan bahasa dan otak. Cara menstimulasinya adalah dengan mengajak bayi mengobrol atau menceritakan sesuatu ketika ia masih dalam kandungan. Lalu, setelah lahir, senandungkan lagu pengiring tidur untuk membantu bayi tertidur.

 



5) Indra pengecap (taste)
Sebelum berusia 7 bulan, bayi lebih banyak menggunakan mulutnya daripada bagian tubuh lainnya. Ternyata bagian mulut memiliki lebih banyak pusat saraf persquare milimeter daripada bagian tubuh lainnya. Di masa bayi ini indra pengecap masih sangat sensitif.

Nah, selamat menstimulasi multisensoris Si Kecil ya Moms!(Meiskhe/HH/dok.Freepik)

BACA JUGA: 

Cara Stimulasi Kecerdasan Anak Usia 0-3 Tahun

4 Stimulasi Agar Anak Lancar Bicara

Cara Tepat Menstimulasi Otak Anak di Tahun Pertama



Tags: bayi,   stimulasi,   multisensori,   panca,   indra,   dokter_anak,   spesialis,   ahli,   newborn








Cover Januari - Februari 2020