Mother&Baby Indonesia
Yuk, Lebih Berhati-hati dengan Penyakit Campak!

Yuk, Lebih Berhati-hati dengan Penyakit Campak!

Anak pasangan selebriti Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio, Maryam Nusaibah Abdullah, 3 sedang dirawat karena terkena campak. Lalu, beberapa hari kemudian, penyakit itu menular juga pada adiknya, Khadeejah Faatimah Abdullah yang masih bayi. Belajar dari kisah Oki, ini Moms sebaiknya hati-hati dan menjaga kesehatan Si Kecil. Pasalnya di peralihan musim seperti sekarang ini, penyakit campak pun mewabah. Nah, agar lebih waspada, Mother&Baby mengajak Moms untuk mengetahui lebih banyak tentang penyakit campak.

 

Apa itu campak?
Campak merupakan penyakit infeksi yang menyerang anak usia 5 bulan ke atas dan muncul pada masa peralihan musim. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian imunisasi MMR (mumps, measles & rubella) saat anak berusia 9 bulan dan diulang di usianya 5-7 tahun.




Bagaimana gejalanya?
Secara garis besar, gejala campak mirip dengan influenza. Tetapi jika dicermati, campak biasanya diikuti dengan sariwan, mata merah dan berair serta diare. Setelah itu akan muncul bercak merah di seluruh tubuh. Seminggu kemudian bercak merah tersebut akan berubah menjadi merah kehitaman, disertai dengan kulit mengering dan bersisik selama 10 hari.




Penyebab campak
Penyebab campak adalah virus morbili. Penularan penyakit ini terjadi melalui percikan air ludah dan pemakaian tempat makan atau minum yang sama dengan penderita. Masa inkubasinya berlangsung 10-14 hari setelah gejala utama, seperti pilek, batuk dan demam tinggi muncul.


Cara mengatasinya
Kompres Si Kecil untuk meredakan demam. Selalu jaga asupan makanan dan minuman. Jangan lupa tempatkan Si Kecil dalam kamar sendiri dan gunakan peralatan makan khusus agar tidak menulari orang lain. Campak jarang memberikan dampak serius jika Si Kecil mendapat nutrisi yang cukup. Waspadalah jika batuknya semakin parah dan menimbulkan sesak dan muntah-muntah. Segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih intensif dan memastikan tidak adanya komplikasi. Perlu diketahui, jika ada berbagai komplikasi yang bisa menyertai campak seperti pneumonia, infeksi telinga tengah, penurunan jumlah trombosit dan infeksi otak. So, lebih berhati-hati ya, Moms!   (Meiskhe/HH/dok.Freepik)                                                                                        



Tags: bayi,   balita,   penyakit,   campak,   virus,   infeksi,   ruam,   demam,   gejala,   influenza,   komplikasi








Cover Maret 2020