Mother&Baby Indonesia
Cegah Risiko BBLR dengan Asupan Makanan Bergizi

Cegah Risiko BBLR dengan Asupan Makanan Bergizi

Moms, penting kita tahu bahwa asupan gizi ibu hamil akan menentukan asupan gizi yang diperoleh janin dalam kandungan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan, satu dari dua ibu hamil di Indonesia tidak tercukupi kebutuhan gizinya. Padahal, gizi selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas fisik dan kecerdasan anak di masa depan.

 

Menurut Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG, risiko paling buruk yang bisa terjadi pada bayi adalah terjadi kelahiran dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). “BBLR mencerminkan hasil perkembangan janin dan kecukupan gizi janin selama dalam kandungan. Bayi dikatakan BBLR jika berat lahirnya kurang dari 2500 gram. Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi dan fungsinya kurang sempurna, pertumbuhan lamban, kemampuan kecerdasan kurang, serta potensi bayi mengalami gangguan mental, fisik dan kesehatan. BBLR tidak hanya memengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan tetapi juga kesehatan bahkan kelangsungan hidupnya di masa depan,” ujar Dr. dr. Taufik Jamaan, Sp.OG yang ditemui dalam peluncuran SUN Ibu di Jakarta.



 



BBLR dapat dicegah dengan cara memenuhi asupan gizi ibu hamil, seperti cukup makan makanan yang mengandung sayur, buah dan daging. “Kecukupan energi dan zat besi yang baik selama kehamilan dapat bantu mencegah BBLR. Ibu hamil membutuhkan asupan zat gizi makro dan mikro. Zat gizi makro seperti energi dan protein berperan penting dalam proses metabolisme tubuh serta pembentukan plasenta dan organ janin. Sedangkan zat gizi mikro terutama zat besi, asam folat, asam lemak Omega 6 & 3, DHA, kalsium, vitamin dan serat, menjamin kehamilan yang sehat dan optimal.” jelas Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH. Ahli Gizi Ibu dan Anak. (Seva/HH/Dok. freepik)

 



Tags: bayi,   berat lahir rendah,   kehamilan,   janin








Cover Maret 2020