Mother&Baby Indonesia
Kehamilan Kosong, Kenapa Bisa Terjadi?

Kehamilan Kosong, Kenapa Bisa Terjadi?

Dijawab oleh dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG. dokter spesialis obgyn dari MRCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.

T: Dok, kantong kehamilan saya tidak berkembang saat pemeriksaan USG di usia kehamilan 5 minggu. Dokter mengatakan akan melakukan kuret kalau kantong tidak juga berkembang dan tidak ditemukan janin pada 3 minggu ke depan. Selama ini saya tidak mengalami vlek, mual dan muntah pun tidak sering. Mungkinkah saya mengalami kehamilan kosong?

 



J: Kehamilan tentunya adalah kabar yang membahagiakan bagi setiap pasangan. Tetapi bukannya tidak mungkin, kebahagiaan tersebut redup karena ternyata ibu mengalami kehamilan kosong atau yang disebut dengan Blighted Ovum (BO). Ibu dikatakan mengalami kehamilan kosong, jika tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan janin.

Kehamilan ini dapat terjadi karena sel telur yang telah dibuahi oleh sperma gagal menjadi embrio. Dalam kondisi tersebut, tubuh telah bersiap untuk kehamilan dengan mengeluarkan hormon dan membentuk kantong kehamilan. Jika dalam waktu 2 atau 3 minggu kemudian pada pemeriksaan USG selanjutnya masih tidak ditemukan adanya janin, berarti memang benar Anda mengalami BO.

Sebaiknya segera lakukan kuret bila terbukti mengalami kehamilan kosong pada pemeriksaan selanjutnya. Kuret berfungsi membersihkan rahim, sehingga rahim lebih siap untuk kehamilan mendatang. (ClaudiaCarla/Meiskhe/HH/dok.Freepik)



BACA JUGA:

Ibu Hamil Perlu Mengonsumsi 7 Makanan Ini 

Camilan Sehat untuk Ibu Hamil

Mengenal Lebih Jauh tentang Kehamilan Kosong



Tags: kehamilan,   kantong,   kosong,   blighted_ovum,   kuret,   dokter,   kandungan,   konsultas,   ahli,   obgyn








Cover Januari - Februari 2020