Mother&Baby Indonesia
Kata 'Tidak' dan 'Jangan' Bisa Hambat Kreativitas Anak

Kata 'Tidak' dan 'Jangan' Bisa Hambat Kreativitas Anak

Aduh, Adek jangan lari-lari, nanti jatuh!

Tak boleh main-main air ya Nak, nanti bajumu basah!

Hmm..Moms tanpa sadar sering mengatakan jangan atau tidak boleh pada Si Kecil? Beberapa ahli parenting sepakat bahwa orang tua perlu mengurangi berkata 'tidak' kepada anak-anak. Kenapa? Karena kata 'tidak' atau 'jangan' yang berupa larangan, diyakini dapat membatasi kreativitas anak yang justru sedang dalam masa-masa bereksplorasi.



Nah, daripada berkata tidak, para orang tua disarankan untuk menggunakan kata lain yang dapat diterima anak secara positif, namun tetap menyiratkan sebuah larangan.

Namun, apakah menyebutkan kata 'tidak' atau 'jangan', benar-benar tidak boleh diucapkan ketika berkomunikasi dengan anak? Menurut Sashkya Aulia Prima M.Psi, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, orang tua harus pandai-pandai memahami situasi kapan harus berkata tidak kepada anak. Kata 'tidak' tentu saja sangat diperlukan, bahkan harus diucapkan ketika anak tengah melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya dan orang lain.

Kapan berkata 'tidak'?

Moms, Anda bisa berkata 'tidak' kepada anak bila menghadapi beberapa situasi berikut ini:

1) Anak bermain kabel, stop kontak maupun steker.
Karena rasa ingin tahunya yang tinggi, Si Kecil seringkali ingin menyentuh semua benda yang dilihatnya. Tak jarang, Si Kecil akan bermain-main dengan kabel listrik ataupun peralatan listrik lainnya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkata 'tidak' atau 'jangan' ketika Si Kecil ingin menyentuh peralatan listrik di rumah.


2) Melepas tangan saat menyeberang jalan.
Menyeberang jalan berhubungan dengan keselamatan diri. Setiap menyeberang, Anda wajib menuntun Si Kecil. Anda harus berkata 'tidak' jika Si Kecil ingin menyeberang secara mandiri/sendiri. Jangan lupa, jelaskan pada anak bahwa ia boleh menyeberang sendiri kalau nanti sudah lebih besar.


3) Memukul teman.
Anda perlu berkata 'tidak' jika melihat Si Kecil melakukan perbuatan yang tidak baik. Misalnya, memukul temannya saat sedang bermain. Jelaskan kepadanya bahwa memukul orang lain itu tidak baik dan tidak boleh dilakukan.




4) Melompat-lompat di meja kaca.
Anak suka sekali melompat-lompat sebagai bentuk eksplorasi dan rasa ingin tahunya. Akan tetapi, anak yang menaiki meja kaca tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena meja kaca rentan pecah dan anak bisa saja terluka.


5) Bermain api.
Anda tentu saja tidak ingin melihat Si Kecil terkena luka bakar karena bermain api, bukan? Jadi, katakan 'tidak' kalau melihat Si Kecil bermain dengan benda yang dapat menghasilkan api.


Perhatikan Cara Menyampaikannya

Saat mengatakan tidak, Anda perlu memerhatikan cara menyampaikannya. Ketika mengatakan 'tidak' kepada anak, sebaiknya harus disertai alasan mengapa Anda melarangnya melakukan hal itu. Misalnya, ketika anak melompat-lompat di meja kaca, katakan padanya kalau nanti ia bisa terluka. Kemudian segera alihkan perhatiannya untuk melakukan aktivitas lain yang aman.
(Meiskhe/HH/dok.Freepik)

BACA JUGA:

Manfaat Berkhayal untuk Si Kecil

10 Hal Bukti Memasak Membuat Anak Cerdas

Tips Menumbuhkan Kreativitas Anak



Tags: balita,   komunikasi,   kata,   tidak,   larangan,   etika,   psikologi,   ahli,   jangan








Cover Januari - Februari 2020