Home - Bayi - Baby First Time / 3 April 2017 / Redaksi

Daftar Bahan MPASI yang Bergizi untuk Bayi 6-12 Bulan

Moms, begitu Si Kecil lahir hingga usianya 6 bulan, asupan yang terbaik adalah diberikan ASI secara eksklusif. Nah, setelah bayi berusia di atas 6 bulan, makanan pendamping ASI (MPASI) sudah harus diberikan. MPASI yang dianjurkan tentu saja yang dibuat dari bahan makanan bergizi dan mudah dicerna bayi. Apa sajakah itu?


 



Usia 6 bulan ke atas


1. Sumber karbohidrat

Makanan yang mengandung karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, berikan bayi beberapa variasi makanan seperti beras putih, beras merah, tepung beras, tepung maizena, kentang, talas, singkong, tepung hunkwe, tepung sagu dan tepung tapioka. Sajikan dalam bentuk bubur agar mudah dicerna Si Kecil ya, Moms.


2. Sayuran

Sayuran seperti wortel, bayam, kangkung, labu kuning, brokoli, sawi hijau, daun katuk, tomat merah, mentimun, kembang kol, kol, daun pakis, oyong dan terung sangat bagus untuk bayi karena kaya akan vitamin dan mineral. Sebaiknya menu MPASI memakai sayuran yang masih muda dan produksi lokal.


3. Buah

Pisang, avokad, mangga, pepaya, semangka, melon, bengkuang, belimbing, timun suri, jambu biji merah, pir, apel, dan anggur adalah buah-buahan yang boleh diberikan saat usia bayi 6 bulan. Berikan buah yang telah matang sempurna dan hindari buah yang rasanya asam, Moms. Untuk jeruk baru bisa diberikan saat usia bayi menginjak 7 bulan.


4. Tempe

Bayi juga sudah bisa diberikan tempe tetapi yang berbahan dasar kedelai. Selain mengandung banyak protein nabati dan vitamin B12, tempe juga mengandung senyawa anti diare.


5. Yogurt tawar

Yogurt mengandung kalsium dan vitamin D yang berguna untuk pembentukan tulang dan gigi. Untuk cita rasa manis, sajikan bersama buah. Jangan menambahkan gula ataupun madu ya, Moms.


6. Minyak zaitun, minyak kelapa, mentega (unsalted butter)

Minyak kelapa dan minyak zaitun bisa digunakan untuk menumis makanan bayi. Kedua minyak ini tergolong minyak jenuh, sehingga lebih aman digunakan. Hindari menggunakan minyak tidak jenuh ganda seperti minyak bunga matahari dan minyak jagung, karena bila dipanaskan menghasilkan radikal bebas yang mengancam kesehatan.


 

Usia 7 bulan ke atas


1. Polong-polongan

Kacang polong, kacang kedelai, buncis, kapri, kacang hijau dan kacang merah mengandung banyak protein nabati, vitamin dan mineral sehingga baik untuk diberikan pada bayi. Namun, karena dapat membuat perut Si Kecil tidak nyaman dan kembung, maka berikan makanan ini secara bertahap dan selang-seling.


2. Kuning telur

Kuning telur sangat penting diberikan kepada bayi karena bermanfaat untuk perkembangan otaknya. Ingat, jangan memberikan putih telur sebelum bayi berusia 1 tahun karena mengandung senyawa yang menyebabkan alergi.




3. Ayam atau unggas lainnya

Daging ayam adalah jenis daging paling baik yang dikenalkan kepada bayi sebelum daging lainnya. Supaya lebih aman, gunakan daging ayam atau unggas lainnya yang tidak disuntik hormon, seperti ayam kampung. Apabila menggunakan ayam broiler, buang kulit, lemak dan air rebusan pertamanya.


4. Hati ayam

Selain daging ayam, bayi juga bisa diberikan hati ayam karena mengandung zat besi. Cadangan zat besi mulai menurun sejak usia 6 bulan. Karena itu, perbanyak memberikan bahan makanan yang mengandung zat ini.


5. Ikan

Pilih ikan yang mengandung omega 3 tinggi seperti salmon, tuna, kembung dan jenis ikan lain yang tidak banyak duri. Sebagai alternatif, berikan ikan air tawar karena tidak berisiko tercermar logam berat.


 

Usia 8 bulan ke atas


1. Tahu putih

Tahu merupakan sumber protein nabati. Moms dianjurkan memberikan tahu putih pada Si Kecil untuk mengurangi risiko pemakaian zat pewarna.


2. Oat

Sumber karbohidrat lain yang bisa diberikan kepada bayi adalah oat.


 

Menjelang usia 12 tahun ke atas

Makaroni, pasta atau spageti, atau jagung manis dapat diberikan kepada bayi di usia ini. Sajikan terutama pada bayi yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat alergi terhadap bahan makanan tertentu.


RELATED VIDEO: Ask The Expert, Aturan MPASI



(Meiskhe/HH/dok.M&B UK) 

 

 


RELATED ARTICLE

Si Kecil Batuk dan Pilek, Apakah Boleh Imunisasi?

Rekomendasi Terbaru: Durasi Tidur Bayi dan Balita

Yuk, Kenali Tanda-Tanda Bayi Bahagia!

OTHER ARTICLES

Yuk, Kenali Tahapan Perkembangan Emosi Anak, Moms!

Apa yang Harus Dilakukan saat ASI Tak Keluar?

Milia, Bintik Putih pada Wajah Bayi, Bahaya atau Tidak?

Mengenal Seluk-Beluk Surrogate Mother

Waspadai 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak Sekolah