Mother&Baby Indonesia
Kenali dan Deteksi Dini Gejala Hemofilia Pada Anak

Kenali dan Deteksi Dini Gejala Hemofilia Pada Anak

Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap 17 April. Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembekuan darah yang terjadi karena kelainan genetik. Hemofilia dapat diwariskan dari orang tua kepada anak atau terjadi pada saat perkembangan di dalam kandungan.


Bagi Anda yang memiliki anak dengan hemofilia, Anda tak perlu khawatir, asalkan mengetahui perawatan yang perlu dilakukan. Hemofilia dapat didiagnosis melalui tes darah, misalnya tes complete blood count (CBC), prothrombin time (PT), activated partial thromboplastin time (PTT), factor VIII level, dan factor IX level.




Tanda Si Kecil terkena hemofilia sangat bervariasi. Bila terjadi perdarahan luar pada Si Kecil, akan lebih mudah diidentifikasi. Si Kecil akan mengeluarkan darah lebih banyak daripada umumnya saat tergores, bibir tergigit atau terjatuh saat berjalan.


Namun, bila Anda ingin mengidentifikasi bayi dengan hemofilia memang agak sulit. Tapi biasanya, terlihat saat bayi mulai belajar merangkak. Memar di bagian perut, lutut, kaki, ataupun bokong bisa menjadi pertanda bahwa ia mengidap hemofilia.




Bila terjadi perdarahan dalam, akan lebih sulit untuk dikenali. Seperti dikutip melalui kidshealth.org, berikut gejala yang patut Anda waspadai dan segera konsultasikan kepada dokter, bila:
a. Feses berwarna hitam
b. Anak mengalami muntah darah
c. Urine berwarna merah atau cokelat pekat, yang biasa disebut dengan hematuria.

Nah, kenali dan deteksi dini gejala hemofilia ya, Moms! (Seva/HH/dok. M&B UK)


 



Tags: hemofilia,   anak,   perdarahan