Mother&Baby Indonesia
Trik Meninggalkan Anak Tanpa Histeris dan Frustasi

Trik Meninggalkan Anak Tanpa Histeris dan Frustasi

Bagi Anda yang sehari-hari bekerja, berpisah atau meninggalkan Si Kecil tentu membuat sedih. Bukan Anda saja yang merasa sedih, Si Kecil juga  merengek saat Anda meninggalkannya. Ternyata, itulah yang dinamakan separation anxiety atau kecemasan berpisah.

Separation anxiety adalah fase perkembangan emosi yang normal dialami bayi. Kondisi Ini terjadi ketika ia mulai mengerti bahwa benda dan makhluk hidup akan tetap ada meski tidak tampak di depan mata. Jika Anda bingung mengapa Si Kecil bisa begitu, coba bayangkan ini, bagaimana bila bayi yang merasa belum berdaya, tiba-tiba harus berpisah dengan orang yang merawatnya? Tentu saja ia akan merasa takut dan sedih, bukan?

 



Meski kecemasan berpisah akan membuat Anda dan Si Kecil sedikit frustasi, kabar baiknya adalah ini akan berlalu, Moms! Ini hanya bersifat sementara. Nah, ikuti cara agar Si Kecil melewati fase ini Moms:

 

1. Orang Terdekat
Tinggalkan Si Kecil dengan orang terdekat seperti nenek, kakek atau tantenya. Ini bertujuan agar Si Kecil merasa nyaman saat ditinggalkan dengan orang terdekat.

 



2. Berpamitan
Setiap akan pergi, katakan tujuannya dan yakinkan dirinya kalau Anda akan kembali lagi. Ia akan belajar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan Anda akan selalu menemaninya.

 

3. Diam-diam
Hindari meninggalkan Si Kecil diam-diam. Ia akan merasa semakin kecewa ketika menyadari Anda sudah tidak berada di dekatnya. Cium, peluk dan bersalaman dapat Anda lakukan sebelum Anda pergi meninggalkannya.

Masih ada banyak info lainnya seputar separation axiety. Ingin info lebih lanjut, yuk baca Mother&Baby edisi Maret 2017! (Sagar/Seva/HH/Dok. M&B UK)



Tags: menangis,   merengek,   berpamitan










Cover April 2020