Mother&Baby Indonesia
Orangtua Ini Meramu Obat Sendiri Demi Menyembuhkan Anak

Orangtua Ini Meramu Obat Sendiri Demi Menyembuhkan Anak

Apa yang akan Anda lakukan bila mengetahui Si Kecil mengalami penyakit yang tidak ada obatnya? Nah, hal ini terjadi pada sebuah keluarga di AS, Chris dan suaminya, Hugh Hempel. Kedua putri kembar mereka ternyata menderita penyakit yang belum ada obatnya. Namun, Chris dan suaminya tidak ingin pasrah dengan situasi yang mereka alami itu. Meski keduanya tidak pernah mempelajari ilmu farmasi, Chris dan Hugh sepakat meracik sendiri obat untuk kedua putrinya, Addison dan Cassidy Hempel, 13.

Chris bekerja sebagai Public Relation (PR) dan Hugh berprofesi di bidang marketing. Mereka dikarunia putri kembar 13 tahun lalu. Putri-putri mereka lahir dengan kondisi prematur. Meski demikian, keduanya tumbuh seperti anak lainnya, normal dan aktif. Namun, saat menginjak usia 2 tahun, penyakit misterius menyerang mereka yang disebabkan oleh virus Mononucleosis.

Setelah 9 bulan, si kembar ini tidak kunjung sembuh. Penyakit misterius ini malah menyebar dan menyerang hampir ke semua organ. Dokter pun tidak mengetahui penyakit yang dialami Addi dan Cassi, sapaan untuk Addison dan Cassidy. “Kami sudah melakukan berbagai tes, tetapi virus yang menyerang tidak bisa dikontrol,” kata Chris seperti dilansir dari NNCNews.com.

Penyakit itu membuat tubuh Addi dan Cassie kehilangan keseimbangan. Selama ini, si kembar sangat suka bernyanyi dan mengobrol, tetapi tiba-tiba kehilangan suara mereka. Setelah menjalani pemeriksaan selama 18 bulan, akhirnya penyakit yang dialami Addi dan Cassi bisa terdeteksi. Kedunya mengalami kelainan genetik yang disebut Niemann Pick tipe C.

Penyakit langka ini mencegah sel-sel tubuh untuk mengolah dan mengeliminasi kolestrol sehingga tertimbun di tubuh dan memengaruhi sel otak. Baik Addi dan Cassi tidak bisa bergerak, tidak bisa makan secara normal, sehingga besar kemungkinan keduanya bisa meninggal.

Pernah sekali waktu Chris dan Hug merasa sangat sedih dengan kondisi kedua putrinya. Namun, mereka menyadari bahwa tak ada gunanya untuk mengasihani diri sendiri. “Kemudian saya mencari tahu siapa dokter yang ahli di bidang ini, bagaimana pengobatannya dan rajin membaca jurnal ilmiah. Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan sehingga harus memahami jurnal dengan membacanya lebih dari 10 kali,” ungkap Chris.


Hal pertama yang dilakukan Chris adalah mengatur pola makan anak-anaknya. Daging dan makanan yang mengandung kolestrol tinggi dihilangkan dari daftar makanan sehari-hari. Ia juga mempelajari obat-obatan dan suplemen alami yang bisa diberikan kepada Addi dan Cassi.


Salah satu yang berhasil ditemukan Chris dan Hugh adalah Cyclodextrin. Cyclodextrin adalah senyawa organik yang bisa ditemukan di dalam mentega dan salad dressing. Zat ini bermanfaat untuk memecah kolestrol sehingga sangat dibutuhkan oleh Addi dan Cassi. Chris melakukan banyak kali percobaan untuk mengetahui bahwa Cyclodextrin ini benar-benar berguna. Mereka pernah menggunakan tikus sebagai bahan percobaan.

Pada akhirnya mereka mengetahui bahwa Cyclodextrin akan bekerja bila disuntikkan ke dalam tubuh. Namun mereka harus mendapatkan persetujuan Food & Drug Administration (FDA) terlebih dahulu. Selain itu, mereka  perlu meyakinkan perusahan farmasi ternama untuk mendapatkan pengakuan bahwa hasil temuan mereka itu aman diaplikasikan kepada manusia. Setelah 6 bulan akhirnya Chris dan Hugh mendapat izin dai FDA agar dapat memberikan infus Cyclodextrin kepada kedua putrinya. (Meiskhe/HH/dok.ScienceMagazine).

 







Tags: balita,   penyakit,   langka,   obat,   pengobatan,   meramu,   penelitian,   farmasi








Cover Januari - Februari 2020