Mother&Baby Indonesia
Kisah Haru Perjuangan Merawat Anak Microhydranencephaly

Kisah Haru Perjuangan Merawat Anak Microhydranencephaly

Jangan pernah putus asa merawat anak yang cacat ya, Moms, karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi padanya di masa depan. Seperti kisah pasangan Brandon, 31, dan Brittany, 28,  di Inggris yang membesarkan putra mereka, Jaxon Buell.

 

Lebih dari 2 tahun lalu, Jaxon terlahir dengan mengalami cacat parah yakni bagian otaknya hanya ada 20 persen dan tengkoraknya tidak utuh. Tidak hanya itu, tubuhnya berwarna hitam dan biru serta tali pusat melilit lehernya. Dengan kondisinya itu, Jaxon divonis dokter hanya dapat bertahan hidup selama beberapa jam. Namun ternyata, perkiraan dokter keliru. Jaxon bertahan hidup sampai sekarang di usianya yang ke 2,5 tahun.



 

Jaxon mengalami cacat otak langka yang disebut Microhydranencephaly. Cacat ini ditandai dengan tidak terbentuknya tempurung kepala. Di AS, terdapat 1 dari 4.859 bayi yang lahir dengan kelainan ini dan sebagian besar akan meninggal beberapa saat setelah lahir. Itulah mengapa dokter merasa pesimis Jaxon akan bertahan hidup kala itu.

Namun tidak dengan kedua orangtuanya. Mereka optimis keadaan bayi mereka akan membaik. “Kami bertiga sudah melalui banyak hal bersama dan kami masih bertahan. Kami merasakan kebahagiaan bersama putra kami dan itu adalah hal penting,” ujar Brandon.



 

Sementara Si Ayah bekerja di stasiun radio setiap harinya, Sang Ibu yang merawat Jaxon selama 24 jam bahkan tidak mau meninggalkannya walau sebentar saja. “Ketika saya melihat bayi saya pertama kalinya, suatu hari ia pasti 100 persen bisa berlari dan datang memelukku,” kata Brittany. Sebelumnya dokter juga memprakirakan bahwa walaupun Jaxon hidup, kemungkinan ia akan kesulitan berjalan, berbicara, mendengar dan melihat. Namun kini perkembangan motorik Jaxon terjadi dengan luar biasa. Ia juga bisa melihat dan mendengar. “Ia layak mendapatkan yang terbaik dari kami dan sebagai orangtuanya kami akan mengusahakan yang terbaik untuknya,” tambah Sang Ayah.

 

Ada 8 dokter dan spesialis yang menangani terapi Jaxon. Ia melakukan terapi fisik seminggu sekali dan terapi okupasi setiap 3 bulan. Selain itu, Brandon dan Britanny juga melatih Jaxon setiap hari di rumah. Hingga detik ini, Jaxon sudah memperlihatkan perkembangan luar biasa dan semoga kondisinya semakin membaik. Semangat, Jaxon! (Meiskhe/HH/dok.DailyMail)



Tags: bayi,   balita,   cacat,   microhydranencephaly,   kelainan,   langka,   tengkorak,   otak










Cover Mei-Juni-Juli 2020