Mother&Baby Indonesia
Ada ASI dalam Makanan, Pertunjukan Seni ini Dihujat

Ada ASI dalam Makanan, Pertunjukan Seni ini Dihujat





Akhir minggu lalu, dunia maya heboh oleh sebuah pertunjukan seni yang berbentuk gala dinner dimana para pengunjung 'makan bayi' sebagai sajian santap malam. Tentu saja bukan bayi asli yang dimakan ya, Moms.

 

Para pengunjung menikmati makanan berbentuk isi perut bayi, disajikan dalam wadah dari boneka bayi yang telah dilubangi. Pertunjukan bertajuk Makan Mayit itu juga menyajikan puding berbentuk bayi yang sangat kecil, makanan berbentuk otak bayi (lengkap dengan saus yang menyerupai darah segar), dan roti berbentuk payudara.



 

Hal lain yang membuat para netizen marah adalah adanya ASI dan keringat bayi di pertunjukkan karya seniman Natasha Gabriella Tontey ini. Dikutip dari Elianurvista.com, Elia menuliskan bahwa ia menciptakan cream cheese yang dibuat dari ASI sungguhan dan roti yang bahan pengembangnya mengandung ekstrak keringat ketiak bayi.

 

Banyak ibu kemudian menuliskan keberatannya atas performance tersebut lewat media sosial. Seperti akun @utiamanda yang menuliskan “...terlepas dari kalimat hiperbola, entah benar atau tidak, tindakan mereka itu sangat tidak sensitif dan kebablasan. Memang saya bodoh tentang seni, ga mendalami ilmu filsafat, but I have common sense, dan semua hal yang terkait dengan kejadian itu sangat tidak pantas.”



 

Akun gosip @lambe_turah juga menuliskan curhatan seorang ibu yang keberatan, “...Kegagalan mereka yang terlibat untuk memahami bahwa ASI adalah media suci yang penuh emosi, yang untuk memperjuangkannya seorang ibu perlu bertarung secara fisik, batin, dan egoismenya sendiri.”

 

Art performance yang digelar Sabtu (25/2) lalu adalah pertunjukan kedua, setelah pertunjukan pertama di bulan Januari. Para pengunjung membayar hingga Rp 500.000 untuk bisa mengikuti pertunjukkan ini. (Nadia/TW/Dok. Elianurvista.com)
 



Tags: seni,   asi,   bayi,   makan,   pertunjukan,  








Cover Januari - Februari 2020