Mother&Baby Indonesia
3 Tanda Ibu Hamil Butuh Jahit Serviks

3 Tanda Ibu Hamil Butuh Jahit Serviks

Jika seorang ibu hamil memiliki rahim yang lemah, bisa jadi ia memerlukan prosedur jahit serviks untuk mempertahankan janin sampai siap dilahirkan. Dikutip dari Babycenter.com, ada beberapa tanda ibu hamil membutuhkan prosedur jahit serviks.

 

Keguguran adalah salah satu hal yang meningkatkan risiko lemahnya rahim hingga membutuhkan jahit serviks. Seperti pernah keguguran di akhir kehamilan sebanyak 3 kali atau lebih, serta pernah melahirkan secara prematur. Kedua hal ini adalah tanda bahwa leher rahim Anda kemungkinan lemah. Setelah melalui proses pemeriksaan, terlihat bahwa serviks atau leher rahim Anda lebih pendek dari standar ibu hamil pada umumnya.



 

Melalui pemeriksaan, akan terlihat bahwa leher rahim memendek atau mulai terbuka. Prosedur ini biasanya dilakukan pada usia kandungan 13-14 minggu atau sebelum 24 minggu, tergantung pada seberapa rendah posisi janin.

 

Ibu hamil akan dibius lokal atau total dan bisa pulang sehari setelah operasi. Ada beberapa larangan untuk ibu yang mengikuti prosedur ini, seperti tidak boleh berolahraga dan banyak istirahat.



 

Jahitan sendiri akan dibuka pada usia 37 minggu dan 24 jam kemudian sudah bisa melalui proses persalinan. Jika Anda dijahit di bagian vagina, Anda bisa pulang beberapa jam setelah jahitan dilepas. Namun, jika Anda dijahit di bagian perut, maka Anda harus melahirkan dengan proses caesar.

 

Jahitan harus dilepas sebelum proses persalinan, karena dapat menyebabkan luka serius pada serviks. Jika ibu hamil mengalami kontraksi sebelum jahitan dilepas, pastikan untuk memberitahu pihak rumah sakit tentang jahitan tersebut. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)
 



Tags: hamil,   ibu_hamil,   serviks,   leher_rahim,   jahit








Cover Januari - Februari 2020