Mother&Baby Indonesia
Fakta Di Balik Jahit Serviks saat Hamil

Fakta Di Balik Jahit Serviks saat Hamil

Kabar duka datang dari presenter Indra Bekti yang baru saja kehilangan anaknya hanya beberapa saat setelah ia lahir. Dilla, istri Indra dikabarkan sempat dirawat dan dijahit pada bagian serviks atau leher rahim dalam proses kehamilan anak ketiganya ini. Apa sih sebenarnya proses jahit serviks atau leher rahim itu? Yuk, simak penjelasannya.

 

Setiap wanita memiliki rahim dengan tingkat ketahanan yang berbeda-beda. Jika leher rahim seorang ibu lemah, maka ia akan kesulitan untuk menopang janin yang makin besar sampai proses akhir kehamilan atau sekitar 40-42 minggu.



 

Ini karena janin yang tumbuh besar akan memberikan tekanan yang makin besar pula pada rahim. Leher rahim yang lemah tidak bisa menahannya dan bisa terbuka sedikit demi sedikit pada trimester 2 atau trimester 3. Hal ini cukup berbahaya karena bisa mengakibatkan air ketuban pecah sebelum waktunya, keguguran, atau kelahiran yang sangat prematur.

 

Pada kondisi inilah dibutuhkan proses jahitan pada vagina untuk menjaga agar janin tetap pada posisinya yang aman. Namun, perlu diingat bahwa prosedur ini adalah prosedur yang memiliki risiko sebagai berikut.

  • Menyebabkan infeksi
  • Menyebabkan pendarahan
  • Memicu kontraksi yang berakibat pada keguguran atau kelahiran prematur
  • Kemungkinan persalinan lewat caesar lebih besar

 



Karena risiko tersebut, dokter akan berdiskusi dulu dengan ibu hamil untuk memutuskan melanjutkan prosedur ini atau tidak. (Nadia/TW/Dok. M&B UK)

 

Baca juga:

Anak Ke-3 Indra Bekti Meninggal Dunia

Ini yang Terjadi pada Vagina Pasca Melahirkan



Tags: hamil,   ibu_hamil,   serviks,   leher_rahim,   jahit








Cover Januari - Februari 2020