Mother&Baby Indonesia
Bayi Laki-Laki Lebih Rentan Autisme, Kenali Gejalanya!

Bayi Laki-Laki Lebih Rentan Autisme, Kenali Gejalanya!

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya terlahir sehat. Akan tetapi, sebagian orang tua harus dihadapkan pada kenyataan bahwa anaknya mengalami autisme. Anak yang mengidap autisme atau dalam istilah medis disebut gangguan spektrum autistik (GSA) akan mengalami keterlambatan dan penyimpangan dari pola perilaku normal seperti sulit berinteraksi, berkomunikasi, tidak ada minat untuk melakukan kegiatan tertentu serta keterlambatan perkembangan intelektual. 

Dr. Ika Widyawati, Sp.KJ(K), dokter spesialis kesehatan jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja RSPI, Jakarta menyebutkan bahwa GSA muncul sejak dini, sebelum usia 36 bulan. Lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Ibarat puzzle, penyebab GSA belum diketahui dengan jelas. Namun, beberapa penelitian menemukan karena faktor genetik, gangguan neurologis dan biokimia pada otak. Gejala yang terlihat pada anak hampir sama. Oleh karena itu, orangtua perlu mengenali apakah anak mengalami GSA sejak sebelum 3 tahun. Dengan deteksi dini, anak akan mendapatkan penanganan yang cepat pula.



Gejala autisme pada bayi
1. Anak tidak bisa menunjuk, mengoceh atau gesture pada usia 12 bulan.
2. Anak tidak bisa melihat ke benda yang ditunjuk orang lain dari jauh.
3. Kemampuan bicara anak menghilang.
4. Anak tidak merespons ketika namanya dipanggil.
5. Tidak bisa mengucapkan satu kata pun pada usia 16 bulan.
6. Hilangnya kemampuan sosial pada usia kapan saja.
7. Anak tidak dapat bermain pura-pura atau pretend play.



 

Gejala autisme pada anak yang lebih besar
1. Gangguan jelas pada perilaku non-verbal seperti kontak mata, ekspresi wajah, posisi tubuh dan mimik.
2. Tidak dapat menunjukkan empati kepada orang lain.
3. Tidak dapat bermain dengan teman sebayanya dengan cara yang sesuai.
4. Tidak berpartisipasi aktif saat bermain bersama teman-temannya.
5. Terlambat bicara dan tidak berusaha berkomunikasi dengan mimik dan bahasa tubuh.
6. Apabila sudah dapat berbicara, biasanya akan mengalami gangguan mempertahankan komunikasi dengan orang lain.
7. Menggunakan bahasa berulang dan monoton, misalnya bernada bicara seperti robot atau bahasa yang tidak dapat dimengerti.
8. Menyukai sesuatu yang rutin dan teratur.
9. Melakukan gerakan motorik yang berulang dan tidak spesifik seperti lengan dikepak-kepak (flapping), melompat-lompat tanpa tujuan, rocking, dan terobsesi dengan kegiatan tertentu.
10. Hanya fokus pada bagian tertentu pada benda, misalnya lebih suka memainkan roda mobil dan diputar selama berjam-jam tanpa henti.
11. Senang lining atau membariskan mainan dengan sangat rapi. Jika diubah maka ia akan marah. (Meiskhe/HH/dok.M&B UK)



Tags: balita,   anak,   autisme,   penyakit,   genetik,   ganggaun_perilaku,   gangguan_intelektual,   neurologis,   otak








Cover Januari - Februari 2020