Mother&Baby Indonesia
7 Tips Kembali Bekerja Pasca-Melahirkan

7 Tips Kembali Bekerja Pasca-Melahirkan

 

Sama halnya dengan menyambut hari pertama si kecil sekolah, Anda juga perlu persiapan matang dalam menyambut hari pertama kembali bekerja setelah cuti bersalin 3 bulan. Untuk itu, ikuti beberapa tips ini yuk, Moms.

 



1. Tetap Tenang

Walau berat untuk meninggalkan Si Kecil, namun usahakan jaga perasaan Anda agar tetap tenang. Seperti dikutip dari Parents.com, “Bayi sangat bisa merasakan apa yang dirasakan ibunya. Jika bayi Anda merasakan Anda tenang dan nyaman, dia akan bereaksi lebih positif terhadap perubahan dalam rutinitasnya,” jelas dokter Lee Beers, MD, lektor kesehatan anak di Children’s National Medical Center.

 

2. Latihan Berpisah

Walau bayi usia 3 bulan terbilang masih terlalu kecil untuk merasakan separation anxiety (rasa cemas akibat berpisah), namun banyak ibu yang merasa kalau anak mereka lebih rewel jika lingkungan sekitarnya berubah. Agar bayi Anda dapat beradaptasi dengan cepat dengan formasi pengasuhan yang baru, maka luangkan sedikit waktu setiap hari untuk menjauh darinya sebelum Anda kembali bekerja. “Cara ini membantu bayi Anda untuk belajar bahwa diasuh oleh orang lain adalah hal yang normal,” ujar Dr. Beers.

 

3. Rutinitas Disiplin

Terapkan rutinitas untuk bayi Anda, seperti waktu tidur siang, makan, mandi, dan waktu tidur malam hari agar dia bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Sangat krusial untuk mencoba menyesuaikan diri dengan aktivitas pagi yang sibuk. “Sekitar seminggu sebelum Anda mulai bekerja kembali, cobalah jadwal baru Anda tersebut,” saran Abby Geltemeyer, MD, lektor kesehatan anak di University of Texas Health Science Center, Amerika.

 

4. Mulai Memompa ASI

Pastikan si kecil tidak kehabisan stok ASI perah Anda, maka mulailah memerah ASI sejak seminggu sebelum mulai bekerja, kemudian simpan di freezer. Alat bantu memerah ASI ini juga akan menjadi sahabat baru Anda di kantor, karena pemerintah menjamin hak Anda untuk memompa ASI di tempat kerja. Hal ini diatur dalam Permenkes No.15 Tahun 2013 yang mewajibkan perusahaan tempat Anda bekerja untuk mendukung program ASI eksklusif.

 



5. Minum Susu dari Botol

Walau Anda memenuhi kebutuhan ASI untuk bayi Anda, tapi membiasakannya untuk minum dari botol susu juga tidak kalah penting. Sebagian besar ahli menyarankan untuk mulai mengenalkan botol kepada bayi saat dia berusia 2 hingga 4 minggu. Jangan lupa untuk memilih botol susu dengan low-flow nipple atau yang dirancang seperti puting ibu sehingga bayi akan merasa lebih nyaman.

 

6. Sayangi Diri Anda

Banyak ginekolog yang mengatakan seorang wanita idealnya membutuhkan waktu enam bulan untuk istirahat setelah melahirkan. Terlebih setelah menempuh persalinan caesar, yang jahitannya memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh.

 

Namun sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 82 ayat 1 dan Pasal 84, dinyatakan cuti hamil dan melahirkan hanya 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Maka untuk kembali bekerja secepat ini, Anda butuh strategi dan kerjasama yang baik dengan pasangan. Pastikan hal ini tidak membuat Anda tertekan, jangan lupa konsumsi makanan kaya nutrisi yang membantu tubuh Anda bekerja optimal.

 

7. Antisipasi

Selama Anda bekerja di kantor, Anda dan pasangan tentu sudah memilih orang terpercaya yang akan menjaga si kecil. Walau hal ini sudah sesuai dengan rencana Anda, tapi tidak ada salahnya untuk berantisipasi apabila hal tidak berjalan seperti kehendak Anda.

 

Siapkan daftar orang-orang pengganti yang bisa Anda hubungi jika (misalnya) pengasuh bayi Anda berhalangan hadir. Jangan lupa siapkan daftar kontak darurat yang mudah dihubungi. Hal sederhana ini dapat mengurangi kecemasan Anda selama di kantor, dan tentu bisa membuat Anda bekerja dengan nyaman. (Tiffany/HH/Dok. M&B UK)



Tags: bersalin,   cuti,   melahirkan,   ibu,   karier,   kantor,   kerja,   bayi








Cover Maret 2020