Mother&Baby Indonesia
Inilah Program untuk Ibu dan Anak dari 3 Cagub Jakarta!

Inilah Program untuk Ibu dan Anak dari 3 Cagub Jakarta!

Moms, tidak terasa sebentar lagi waktu mencoblos sudah dekat. Walaupun pilkada dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, pilkada ibukota DKI Jakarta nampaknya paling menarik perhatian. Sebelum menentukan pilihan, yuk, simak beberapa program tiap cagub untuk ibu dan anak.

 

1. Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni
Anak dari mantan presiden SBY ini memiliki 10 program unggulan. Berikut beberapa programnya yang bersinggungan dengan ibu dan anak, seperti dikutip dari Agussylvi.com.



 

a. Bantuan langsung kepada golongan miskin.
- bantuan langsung untuk balita dan lansia.

 

b. Peningkatan kesehatan.
- Pembebasan iuran BPJS layanan kategori kelas 3.

- Penambahan puskesmas dan posyandu, termasuk fasilitas rawat inap di puskesmas.

 

c. Menjadikan Jakarta Sebagai Kota Pintar, Kreatif, dan Ramah Lingkungan
- Pembangunan ruang terbuka hijau dan prasarana olah raga & rekreasi.

 

2. Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat
Pasangan ini sebelumnya sudah menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur. Program keduanya pun cukup banyak. Simak beberapa program Ahok untuk perempuan seperti dilansir dari Temanahok.com.

 

a. Kesehatan
- Jaminan kesehatan bagi 100 persen warga dengan mekanisme BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), termasuk kepada bayi yang baru lahir.

- Menambah fasilitas intensive care NICU dan PICU minimal sejumlah tiga kali lipat dari jumlah yang ada.

- Peningkatan pelayanan kesehatan dengan perbaikan waktu tunggu rawat jalan menjadi kurang dari 60 menit.

 

b. Ekonomi
- Melanjutkan revitalisasi pasar tradisional dan pembangunan pasar basah modern seperti di kota-kota maju di dunia.

 

c. Penataan Kota
- Percepatan penyediaan RTH sebesar 30% (20% publik dan 10% swasta) dari luas kota melalui program pembelian lahan oleh Pemda untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai RTH dan melanjutkan pembangunan 500 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) untuk memenuhi jumlah minimal RPTRA sebanyak tiga per kelurahan.

 

d. Optimalisasi Tekonologi
- Membangun sistem layanan telepon gawat darurat (emergency call center) 112 yang dapat diakses 24/7, cepat tanggap, dan satu pintu melayani kebutuhan masyarakat untuk bantuan ambulans/paramedik, pemadam kebakaran, dan kepolisian. Nomor 112 ini juga akan terintegrasi dengan aplikasi gawat darurat.



 

e. Sosial
- Mendorong pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) agar jumlahnya mencukupi kebutuhan seluruh siswa-siswi Jakarta yang berkebutuhan khusus.

- Meningkatkan peran lurah untuk mengidentifikasi anak-anak berkebutuhan khusus agar bantuan Pemda dalam bidang transportasi dan pendidikan dapat mengakomodasi kebutuhan mereka.

 

3. Anies Baswedan – Sandiaga Uno
Kombinasi antara Anies dari dunia pendidikan dan Sandi dari dunia bisnis cukup menarik ya, Moms. Lalu bagaimana dengan program-programnya? Dikutip dari Jakartamajubersama.com, berikut program-program Anies.

 

a. Perempuan
- Siaga persalinan darurat.
Program ini berencana untuk mengadakan unit darurat di setiap puskesmas yang akan dilengkapi ambulans dan motor gawat darurat (MGD) untuk menembus jalanan yang sempit di pemukimat padat penduduk. Unit darurat ini akan datang ke rumah ibu hamil untuk memberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

 

b. Posyandu, Posbindu, dan dokter keluarga untuk Jakarta
- Bertujuan untuk mencegah penyakit sebelum mengobatinya, program ini akan mengembangkan dokter keluarga bagi 600-700 warga Jakarta.

- Mengintegrasikan posyandu ke PAUD.

- Menambah materi pelayanan Posyandu dengan mengadakan pendidikan anak dalam kandungan dan pelatihan dasar keterampilan kesehatan anak (anak mampu melindungi dirinya dari perokok di ruang publik, melaporkan orang dewasa pelaku kekerasan, membantu teman yang tersedak makanan, menolong teman yang mengalami kecelakaan ringan, dan lainnya.)

 

c. Wirausaha
- Menambah pusat jajanan berbasis PKL dan menyelenggarakan festival kuliner untuk meramaikan kuliner Jakarta.

- Mendirikan community center Ruang Bersama Jakarta di setiap keluarahan untuk menjadi pusat interaksi. Di dalamnya akan ada perpustakaan, tempat bermain anak, dan pusat aktivitas lansia.

 

d. Pembangunan Kota
-Menghapus Sistem DP untuk Kredit Rumah
Karena banyak warga yang bekerja di Jakarta tidak mampu membeli rumah di dalam Jakarta, mereka pun terpaksa membeli rumah di pinggiran Jakarta. Akibatnya biaya transportasi keluarga menengah cukup tinggi. Sebagai solusinya, Anies berencana untuk menghapus sistem DP dan menggantinya dengan kredit rumah berbasis tabungan.

-Revitalisasi Pasar Tradisional
Sekilas memang program ini nampak umum. Namun, salah satu poin revitalisasi pasar milik Anies adalah mengadakan fasilitas daycare bersubsidi dan ruang laktasi.
 

e. Pendidikan
-Pemberdayaan PAUD dan taman pendidikan Al Quran dengan menambah jumlah PAUD, daycare di seluruh gedung instansi pemerintah provinsi termasuk BUMD.
Memberi tunjangan penghasilan setara UMP bagi yang memenuhi syarat, untuk guru PAUD kelompok belajar, Tempat Penitipan Anak, Status PAUD Sejenis (SPS), serta Taman Pendidikan Al Quran (TPA).

-Melarang adanya tes calistung bagi SD dalam penerimaan calon siswa kelas 1 sehingga mengurangi beban PAUD untuk memaksa peserta didik belajar calistung dalam kurikulumnya.


Apakah program-program tersebut membantu Anda menentukan pilihan, Moms? Debat ketiga malam ini, Jumat (10/2) mengangkat beberapa tema, termasuk perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Happy voting, Moms! (Nadia/TW/Dok. Freedigitalphotos.net)
 



Tags: program,   gubernur,   jakarta,   pilgub,   ibu,   anak,   pilkada








Cover Maret 2020