Mother&Baby Indonesia
Perdarahan Setelah Berhubungan Intim saat Hamil

Perdarahan Setelah Berhubungan Intim saat Hamil

Perdarahan usai berhubungan intim saat Anda hamil, adalah keadaan yang tidak normal, terutama saat janin Anda berusia di atas 20 minggu. Tapi jangan panik, karena tidak semua perdarahan itu berbahaya. Anda harus segera ke dokter untuk mencari saran yang lebih baik, agar Anda tetap dapat berhubungan intim saat hamil tanpa rasa takut.

 



Penyebab Pendarahan Saat Berhubungan Intim

Biasanya karena bagian vagina yang semakin sensitif dan lembut. Berikut faktor vagina menjadi sensitif:

1. Peningkatan suplai darah. Tingkat suplai darah ke vagina dan leher rahim meningkat saat Anda hamil. Bila Anda berhubungan intim, tekanan akan bertambah pada area serviks yang menyebabkan perdarahan.

2. Peningkatan pembuluh darah kecil. Beberapa pembuluh darah kecil terbentuk selama masa kehamilan untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang tinggi bagi ibu dan janin. Pembuluh darah kapiler ini berada di area vagina leher rahim yang sangat halus dan mudah pecah saat bersenggolan dengan Mr. P.

3. Polip serviks. Polip adalah pertumbuhan yang tidak berbahaya pada daerah serviks dan terjadi karena tingkat estrogen yang tinggi. Mengandung pembuluh darah kecil, polip ini rapuh ya Moms. Sehingga bila terkena tekanan saat berhubungan intim, ia mudah pecah dan menyebabkan perdarahan.

 

Apakah Berhubungan Intim saat Hamil Menyebabkan Keguguran?

Keguguran karena hubungan intim sangat jarang terjadi. Karena janin diamankan oleh kantung amnion yang berisi air ketuban. Ini berfungsi untuk menghindari bayi dari bahaya fisik. Dan kantung tersebut letaknya juga jauh dari daerah hubungan intim.

 

Namun, jika Anda memiliki riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya, dokter akan merekomendasikan untuk tidak berhubungan intim untuk menghindari keguguran kembali terjadi.

 



Cara Menghentikan Perdarahan saat Berhubungan Intim

Anda dapat meminimalisir risiko perdarahan saat berhubungan intim dengan mengikuti tips berikut ini:

1. Posisi Hubungan Intim

Cobalah mengganti beberapa posisi hubungan intim yang mengurangi tekanan pada area vagina Anda. Posisi spooning dan doggy style dapat menjadi pilihan teraman Anda.

 

2. Nyaman

Selalu merasa nyaman selama kehamilan Anda. Keintiman dapat dinikmati dengan memeluk, mencium, memeluk, ataupun mandi bersama.

 

3. Pelumas

Bila perlu gunakan pelumas untuk membantu mengurangi gesekan dan ketidaknyaman saat bertemu Mr P. Pelumas juga berfungsi untuk mengurangi perdarahan di daerah vagina. (Seva Dwi Novridayati/TW/Dok. Freepik)

 



Tags: kehamilan,   kandungan,   perdarahan,   seks,   pasangan










Cover Mei-Juni-Juli 2020