Mother&Baby Indonesia
5 Aturan Bersepeda saat Hamil

5 Aturan Bersepeda saat Hamil

Memiliki hobi bersepeda, tentu saja baik untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Dan, saat hamil pun, Anda tetap boleh melakukan olahraga favorit yang satu ini, namun tentunya dengan mengikuti beberapa atuan berikut ini:

 



1. Atas Saran Dokter

Walaupun Anda sudah sering bersepeda hampir setiap hari, bumil dianjurkan untuk meminta saran kepada dokter terlebih dahulu. Bila nanti dokter menyarankan untuk berhenti, Anda tidak perlu kecewa, percayalah Anda hanya berhenti bersepeda selama 9 bulan saja.

 

2. Memilih Rute Aman

Bila biasanya Anda bersepeda dengan memilih rute khusus seperti jalanan yang menanjak bahkan curam, saat hamil sebaiknya Anda cukup bersepeda mengelilingi komplek saja. Rute jalanan yang rata dan tidak memerlukan banyak belokan, membuat bayi tenang berada di dalam perut Anda.

 

3. Trimester Kedua



Trimester kedua memang salah satu waktu yang tepat untuk bersepeda keliling perumahan. Karena masih sangat berisiko bila Anda bersepeda pada trimester pertama, seperti mual, pusing, bahkan keadaan janin yang masih kecil.

 

4. Sakit Punggung

Sakit punggung biasa menjadi salah satu keluhan ibu hamil menjelang trimester ketiga. Bila Anda mengalami keluhan ini, sebaiknya hentikan hobi bersepeda sampai Anda melahirkan. Atau Anda bisa menambahkan sandaran pada sepeda agar Anda bisa bersandar.

 

5. Jangan Berlebihan

Seiring pertumbuhan bayi dalam kandungan, bayi akan semakin besar dan kandung kemih Anda akan semakin terhimpit. Bersepeda akan membuat Anda semakin sering ke toilet untuk buang air kecil. Anda juga akan merasa cepat lelah, jadi sebaiknya jangan berlebihan saat bersepeda. Anda dapat menggantinya dengan olahraga lain, seperti prenatal yoga untuk mendukung kelahiran bayi secara normal. (Seva Dwi Novridayati/TW/Dok. Freepik)



Tags: sepeda,   olahraga,   kehamilan,   kandungan,   janin








Cover Maret 2020