Mother&Baby Indonesia
7 Cara untuk Menjelaskan Perceraian pada Anak

7 Cara untuk Menjelaskan Perceraian pada Anak

Perceraian bisa menjadi kejadian paling traumatis dalam kehidupan Si Kecil. Dan bagi orangtua, hal yang paling menyakitkan adalah memberi tahu anak mereka tentang perpisahan. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, namun ada beberapa tips untuk memberitahu kabar buruk ini untuk anak. Berikut 7 tips terbaik untuk memberitahu Si Kecil tentang perceraian:

 

1. Pilih Waktu yang Tepat

Anda dan pasangan tidak boleh tergesa-gesa mengumumkan perceraian ini. Anda juga tidak boleh tiba-tiba masuk ke dalam kamar Si Kecil dan langsung menceritakan bahwa Anda sudah bercerai. Tunggu sampai Anda dan pasangan merasa sudah siap dan melihat kesiapan Si Kecil mendengar kabar ini.

 

2. Nasihat

Luangkan waktu untuk menasihati Si Kecil mengenai alasan bercerai. Yakinkan juga bahwa ia tidak perlu bingung dengan keadaan ini. Yang terpenting, Si Kecil tidak perlu khawatir tentang keadaan ini.

 

3. Katakan Bersama

Sebaiknya katakan bersama pasangan. Namun sebelumnya diskusikan terlebih dahulu apa saja yang ingin disampaikan. Jangan sampai jika Si Kecil bertanya, Anda dan pasangan memiliki jawaban yang berbeda. Pastikan Anda mengetahui pertanyaan Si Kecil dan dapat menjawabnya tanpa ragu.

 

4. Ini Bukan Salah Si Kecil

Beritahukan bahwa ini bukan salah Si Kecil Anda harus berpisah. Karena menurut beberapa riset, anak menjadi merasa bersalah karena orangtuanya bercerai.

 

5. Hindari Saling Menyalahkan

Jangan sampai saat berada di depan Si Kecil, Anda dan pasangan saling menuduh, bertengkar, bahkan berkelahi. Hal tersebut dapat mempengaruhi pikiran mereka. Ingatlah bahwa anak tidak perlu mengetahui hal negatif yang sudah dilakukan orangtua. Disarankan juga untuk tidak membuka masalah di depan Si Kecil ya, Moms.

 

6. Jangan Lebih detail

Saat Anda dan pasangan mulai berbicara kepada Si Kecil, sebaiknya jangan memberikan penjelasan detail alasan Anda bercerai. Tidak perlu bagi anak untuk tau permasalahannya terutama pada anak di bawah usia 7 tahun. Misalnya, ia tidak perlu tahu Anda berpisah karena salah satu dari Anda dan pasangan terlibat dalam perselingkuhan.

 

7. Sederhana

Bahasa yang Anda gunakan harus sesuai dengan usia Si Kecil, yang terpenting adalah tetap sederhana saat menjelaskan. Bicara dengan nada tenang dan netral. Seperti, ‘ibu dan ayah telah mencoba untuk tidak bertengkar lagi, tapi tidak berhasil. Jadi kami memutuskan untuk tinggal di rumah yang terpisah. Tapi keadaan ini tidak mengubah cara ibu dan ayah mencintai kamu, Nak. (Seva/TW/Dok. Freepik)



Tags: pernikahan,   perceraian,   keluarga,   pasangan