Mother&Baby Indonesia
5 Kesalahan yang Membuat Anak Trauma Air

5 Kesalahan yang Membuat Anak Trauma Air

Sebagai orang tua, Moms tentu wajib menjaga anak-anak kita tetap aman di sekitar air. Hal ini disampaikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahwa tenggelam adalah penyebab utama kematian akibat kecelakaan di antara anak-anak usia 1 sampai 4 tahun.

 

Orang tua bisa mengajarkan anak-anak untuk berenang agar dapat selamat dalam kondisi tertentu. Namun, ada preferensi tertentu yang harus diketahui supaya bisa mengajarkan teknik berenang sesuai usia anak. Untuk itu, Sue Mackie, Direktur Eksekutif USSSA, memberikan panduannya bagi para orang tua yang ingin mengajarkan anaknya berenang:



 

1. Jangan bersikap tak acuh saat memasuki air.

Lakukan tahap-tahap yang perlu dilakukan sebelum memasuki kolam, seperti mengganti baju renang dan mengoleskan tabir surya. “Saat melakukan tahap demi tahap, anak akan mengerti untuk tidak memasuki kolam renang sembarangan. Hal ini juga membuatnya lebih peka bahwa masuk ke kolam renang harus dengan orang tua mereka,” kata Mackie.

 

2. Jangan biarkan anak menjadi penentu kapan harus memasuki kolam.

"Buat isyarat lisan untuk sebagai tanda anak belum boleh atau diperbolehkan memasuki kolam renang," jelas Mackie. "Hal ini menciptakan sikap konsisten Anda, sehingga anak akan melompat ke kolam sesuai dengan izin yang Anda berikan.”

 

3. Jangan pernah menggunakan ban atau sayap pelampung.

Jaket pelampung memang dirancang untuk menyelamatkan anak dari tenggelam dan harus selalu dipakai ruang terbuka seperti danau atau samudera. Berbeda dengan perangkat mengapung (ban) dan sayap pelampung yang bisa terlepas dari cengkeraman anak hingga membuatnya tenggelam.



 

“Hal ini hanya akan membuat rasa aman palsu di sekitar air. Sebagai gantinya, ajarkan anak untuk berenang menggunakan badan mereka atau bertumpu pada dinding di pinggir kolam terlebih dahulu. Tentu akan lebih aman dibandingkan memakai pelampung,” lengkap Mackie.

 

4. Jangan selalu menggunakan kacamata renang.

"Ajarkan mereka untuk membuka mata saat di dalam air sehingga jika mereka jatuh, mereka dapat membuka mata mereka dan menemukan sisi atau langkahnya. Hal ini akan membuatnya bisa meninggalkan kolam dengan aman," jelas Mackie.

 

5. Jangan biarkan ketakutan Anda menahan mereka untuk belajar berenang.

Jangan panik jika anak Anda sedang di dalam air dan terlihat seperti tenggelam, karena dapat membuatnya tidak tenang. "Untuk balita, latihlah mereka dengan membuat seluruh wajahnya berada di bawah air bak mandi. Lalu, buat gelembung untuk membuatnya nyaman dengan air," kata Mackie.

 

Jika perlu, pasang pagar di sekitar kolam untuk mengurangi kemungkinan anak tenggelam. Kenali juga cara penyelamatan (CPR) agar tidak panik dan bisa menyelamatkan anak di kondisi tertentu. Kini, belajar renang pun menjadi lebih menyenangkan ya, Moms. (Vonia Lucky/TW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   belajar,   berenang,   trauma air,   orang tua








Cover Maret 2020