Mother&Baby Indonesia
11 Tanda Anak Mengalami ADHD

11 Tanda Anak Mengalami ADHD

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika diminta mendeskripsikan anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)? Anak itu pasti tidak mau diam, tidak mau mendengarkan, atau bahkan kurang cemerlang di kelas. Ya, anak ADHD memang cenderung hiperaktif dan kurang cakap mengontrol diri.

 



Tidak hanya anak, remaja juga bisa mengalami ADHD, dan dapat terus berlangsung sampai dewasa. Perlu diketahui bahwa ADHD adalah gangguan mental yang paling sering didiagnosis pada anak-anak.

 

Apa saja ya ciri-ciri Si Kecil mengalami ADHD? Menurut Meadow Schroeder (lektor pendidikan di University of Calgary) dalam tulisannya untuk The Conversation, inilah 10 tanda anak dengan ADHD:

 

1. Memerlukan waktu lama untuk mengerjakan tugas sekolah. Biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam, namun anak dengan ADHD merasa banyak gangguan seperti mengirimkan SMS kepada teman, browsing sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan tugas sekolah.

 

2. Memiliki kemampuan pemahaman membaca yang lemah. Dia juga sering melewatkan instruksi dalam tes dan tugas-tugas yang ia kerjakan.

 

3. Tidak efisien dalam belajar. Anda mungkin akan mengira Si Kecil sudah belajar, namun performanya di kelas tidak sebaik yang Anda kira, padahal ia sudah rajin belajar.

 

4. Sering melupakan hal-hal yang dibutuhkan. Misal, Si Kecil harus membeli gula di toko, namun ia justru membeli hal lain dan melupakan tujuan utama ia ke toko.

 



5. Pernah melihat Si Kecil lupa menaruh barang seperti remote TV, handuk, atau buku? Bisa saja itu merupakan salah satu tanda ADHD.

 

6. Si Kecil tidak dapat berhenti berbicara. Ia akan bercerita dan berbicara terus menerus.

 

7. Pandai memberikan ide namun sulit baginya untuk menyelesaikan ide yang sudah diutarakan.

 

8. Hiperaktifnya biasa disalurkan dengan kegiatan ekstra kurikuler seperti berenang, senam, hingga sepak bola.

 

9. Selalu terlambat bangun, atau terlambat melakukan kegiatan.

 

10. Dia punya banyak teman karena dia menyenangkan untuk diajak bermain. Namun ketika ia mencoba mengatur sebuah aktivitas, dia tampak terlalu bersemangat dan tidak bisa memberi keputusan.

 

11. Si Kecil memiliki mood yang mudah berubah. Suatu waktu dia merasa sangat percaya diri, namun tidak lama kemudian dia merasa menjadi anak paling lemah di dunia karena komentar seorang temannya yang dia anggap kritik kejam. (Seva Dwinovrida/TW/Dok. Freepik)



Tags: adhd,   sikap,   mental,   anak,   balita,   jiwa








Cover Maret 2020