Mother&Baby Indonesia
Terpesona oleh Alunan Indah Drama Musikal 'Suara Hati'

Terpesona oleh Alunan Indah Drama Musikal 'Suara Hati'

Sebuah drama musikal tentulah harus memiliki sinergi kemampuan menyanyi, menari, dan akting yang baik. Selain itu untuk dapat menjadi sebuah drama musikal yang baik, tidaklah lupa harus memiliki alur cerita serta lagu-lagu yang mumpuni. Ketika semua komponen itu melebur dengan baik, maka munculah drama musikal yang akan berhasil menggugah hati penontonnya. Begitulah dampak dari drama musikal berjudul 'Suara Hati' yang dipersembahkan oleh The Resonanz Children's Choir (TRCC).

 



Pertunjukkan ini dilaksanakan pada 18 dan 19 November 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Tidak tanggung-tanggung, paduan suara yang beranggotakan anak-anak hingga remaja ini menggandeng beberapa nama yang mumpuni dalam bidangnya masing-masing untuk turut andil dalam pertunjukkan ini.

Wawan Sofwan, seorang seniman seni teater, dipercayakan menjadi sutradara drama musikal ini. Wawan, yang telah menggeluti seni teater selama lebih dari sepuluh tahun dan berhasil mendapatkan beberapa penghargaan internasional maupun nasional, berhasil mengeksplorasi kemampuan akting anak-anak TRCC sehingga drama ini menjadi sangat indah untuk ditonton.

 

Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam pertunjukkan ini dibuat Elwin Hendrijanto dan diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra, dengan Avip Priatna sebagai konduktor. Kemampuan vokal TRCC yang tak lagi perlu diragukan yang berpadu dengan musik arahan Avip, berhasil membawakan setiap alunan lagu menjadi rangkaian cerita yang sangat indah.

 

TRCC sendiri merupakan paduan suara anak yang dibentuk tahun 2007. Mulai tahun 2012 hingga tahun 2017, TRCC telah berhasil mendapatkan banyak penghargaan baik dalam ajang internasional maupun nasional. Pertunjukkan ini dilakoni oleh kurang lebih 50 anggota TRCC serta beberapa solois andal Indonesia, seperti Christine Tambunan, Farman Purnama, Fotri Muliati, dan Renno Krisna.

 



Kisah tentang Meraih Mimpi

Drama musikal ini bercerita tentang keteguhan hati dalam meraih mimpi. Upaya meraih mimpi ini dimulai sejak detik awal pertunjukkan dimulai, ketika pelatih sebuah paduan suara bernama Paduan Suara Sangita berhenti dari jabatannya untuk pindah ke West End, London. Alena, yang diperankan oleh Anna Felita Ekaputri, yang bermimpi menjadi konduktor merasa kehilangan arah dengan kepergian sang pelatih. Hal ini dipersulit lagi dengan keberadaan Lita, yang diperankan oleh Vanessa O. Argo, yang melakukan segala cara untuk mewujudkan mimpinya yang juga sebagai konduktor.

 

Lalu titik cerah mulai muncul ketika Alena bertemu dengan Bayu, yang dilakoni oleh Bhimashakti N. Ksatriya. Bayu adalah seorang anak laki-laki yang bermimpi menjadi seorang penyanyi. Profesi ibunya yang seorang pengusaha jamu menyebabkan Bayu selalu dirundung oleh Ronnie, diperankan oleh Antonio Krisanto. Namun begitu, ternyata sang ibu, yang diperankan oleh Christine Tambunan, merupakan seorang konduktor handal yang beralih profesi sebagai pengusaha jamu untuk melanjutkan usaha keluarga. Ronnie sendiri sebetulnya juga bermimpi untuk dapat menggeluti minatnya dalam bernyanyi, yang mana hal ini ditentang oleh ayahnya.

Begitu banyak mimpi yang berhasil diraih dalam akhir cerita. Pertunjukkan ini ditutup dengan Paduan Suara Sangita yang berhasil memenangkan juara dalam perlombaan menyanyi internasional.

 

Pertunjukkan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun TRCC yang ke sepuluh. Dari seluruh pertunjukkan yang telah digelar oleh TRCC, pertunjukan Suara Hati merupakan pertunjukkan pertama TRRC yang berbentuk drama musikal. Avip berharap pertunjukkan ini dapat menginspirasi anak-anak Indonesia untuk terus berkarya. (Gabriela Agmassini Pramesvari/TW/Dok. Image Dynamics)



Tags: drama,   musikal,   teater,   seni,   anak,   bakat








Cover Januari - Februari 2020