Mother&Baby Indonesia
4 Alasan Anda Perlu Mengurangi Konsumsi Nasi Putih

4 Alasan Anda Perlu Mengurangi Konsumsi Nasi Putih

“Makan belum lengkap kalau tidak pakai nasi” sepertinya tepat untuk menjadi semboyan makan orang Indonesia, setuju? Walau makanan pokok yang satu ini mengenyangkan, namun ternyata nasi putih memberikan beberapa dampak negatif bagi tubuh lho, Moms. Apa saja ya bahaya tersebut? Dilansir dari Thisisinsider.com, simak bahaya nasi putih berikut ini yuk, Moms.


1. Lebih berbahaya dari nasi merah ataupun gandum.
Hal itu mungkin dikarenakan nasi putih merupakan refined grains, yang artinya nasi putih berasal dari bulir beras yang telah diolah. Dengan hilangnya bagian kulit dan lembaga, biji beras telah kehilangan banyak vitamin, serat, dan mineral, dan hanya menyisakan bagian endosperm yang tinggi karbohidrat namun sedikit protein.

 



Refined grains juga sering disebut sebagai refined carbs. Selain nasi putih, tepung terigu juga termasuk sebagai refined carbs. Roxanne B. Sukol, dokter serta direktur medis di Cleveland Clinic, bahkan menyatakan bahwa nasi putih sebagai stripped carb yang berarti karbohidrat yang hilang.

 

2. Mempercepat penyerapan gula oleh tubuh.
Hal ini menjadikan nasi putih lebih cepat untuk dapat dicerna tubuh, yang kemudian menyebabkan cepatnya pembentukan dan penyerapan gula oleh tubuh. Cepatnya penyerapan gula oleh tubuh akan berdampak pada tingginya tingkat gula dalam darah, yang mana akan mempengaruhi kesehatan tubuh.

 



3. Penyebab obesitas.
Selain itu, dapat ditemukan hubungan antara obesitas dengan konsumsi nasi putih. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Food and Nutrition Research tentang diet dan berat badan, dinyatakan bahwa semakin banyak seseorang mengkonsumsi refined carbs, maka makin banyak pula berat badan yang didapat.

 

4. Mudah dikonsumsi berlebihan.
Nasi putih juga sangat mudah untuk dikonsumsi berlebihan. “Sangat mudah untuk mengkonsumsi minuman, refined carbs, serta makanan lain yang mengandung banyak gula maupun yang diproses dengan gula, kita cenderung untuk terus mengkonsumsi hal-hal tersebut,” ujar Cara Anselmo, seorang ahli nutrisi dan ahli diet pada New York's Memorial Sloan-Kettering Cancer Center.

 

Sebagai solusinya, sebaiknya Anda ganti konsumsi nasi putih dengan nasi merah maupun sayur-sayuran. Hal ini dikarenakan nasi merah serta sayur-sayuran mengandung lebih banyak protein, serat, vitamin, serta mineral. Nah, jangan lupa perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan berserat lainnya, ya. (Gabriela A. Pramesvari/TW/Dok. Freepik)



Tags: diet,   nasi,   karbohidrat,   gizi,   nutrisi,   lemak,   tubuh,   sehat








Cover Maret 2020