Mother&Baby Indonesia
6 Fakta Seputar Pemberian Susu Kental Manis untuk Anak

6 Fakta Seputar Pemberian Susu Kental Manis untuk Anak

Perkara memilih susu yang baik untuk anak sering kali membuat Moms menjadi kebingungan. Selain mencari susu yang benar-benar memenuhi kriteria dalam memenuhi nutrisi, harga juga menjadi pertimbanganya. Selain beragam jenis susu fomula untuk Si Kecil, ada pula susu kental manis yang relatif lebih murah dan tahan lama. Namun, apakah susu kental manis baik untuk dikonsumsi untuk anak-anak?

 

Sebelum memutuskan memberikan susu kental manis pada anak, simak dulu 6 fakta dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait pemberian susu kental manis untuk anak berikut ini:



 

1. Kandungan Protein Rendah

Menurut Standard Nasional Indonesia (SNI) susu kental manis adalah susu yang berbentuk cairan kental yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan. Hal itu menyebabkan kandungan protein dalam susu kentalmanis lebih rendah.

 

2. Kandungan Gula Tinggi

Pada proses pembuatannya, susu kental manis diberikan gula tambahan. Hal ini menyebabkan SKM memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Sementara kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

 

"Sebagai contoh, salah satu jenis susu kental manis yang dijual secara komersil menuliskan dalam satu takar porsi (4 sendok makan) memasok 130kkal, dengan komposisi gula tambahan 19 gram dan protein 1 gram. Jika dikonversikan dalam kalori, 19gram gula sama dengan 76kkal. Kandungan gula dalam 1 porsi susu kental manis tersebut lebih dari 50% total kalorinya, jauh melebihi nilai rekomendasi gula tambahan yang dikeluarkan oleh WHO," tulis dr. Bagus Budi Santoso, dalam artikelnya untuk IDAI dengan narasumber dr. Damayanti, Sp.A(K), Ph.D.

 

3. Dapat Bertahan Lama

Susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari susu segar yang telah ditambah gula. Saat susu masih dalam bentuk segar, terkandung banyak air di susu yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya bekteri pembusuk . Maka susu kental manis bisa jauh lebih bertahan lama ketimbang susu segar pada umumnya.



 

4. Harga Relatif Murah

Susu kental manis memiliki umur simpan yang panjang, akibatnya tidak diperlukan perlakukan khusus yang mahal dan rumit bagi produsen susu untuk menyimpannya. Pendistribusian susu ke pelosok nusantara juga jauh lebih mudah. Berbeda saat susu masih dalam bentuk susu segar, susu perlu ditempatkan di ruangan dengan suhu di bawah titik beku agar tidak ada bakteri yang tumbuh. Jelas metode penyimpanan ini mahal, yang berdampak pada melonjaknya harga susu segar.

 

5. Bukan untuk Anak di Bawah 1 Tahun

Untuk anak di bawah 1 tahun susu yang dianjurkan adalah Air Susu Ibu (ASI). Apabila ASI tidak dapat diberikan, pilihan susu yang dapat diberikan adalah ASI donor yang telah terjamin higienis dan keamanannya. Jika anda tidak mendapatkan ASI donor, maka pilihan selanjutnya adalah susu formula untuk bayi dan anak.

 

6. Konsumsi untuk Anak di Atas 1 Tahun

Pada anak usia diatas 1 tahun, konsumsi jenis makanan Si Kecil sama seperti pada orang dewasa. Maka, pemberian susu (baik ASI atau susu lainnya) tidak bisa dijadikan menu utama ya, Moms! dr. Bagus mengatakan susu hanya boleh diberikan maksimal 30 persen dari total kebutuhan kalori, dan 70 persen sisanya seharusnya diberikan berupa makanan padat.

 

Susu di dalam konteks makanan anak usia Batita dan Balita adalah sebagai sumber kalsium dan sumber protein dengan asam amino esensial yang lengkap. (Binar Murgati Pardini/TW/Dok. Pixabay)



Tags: anak,   nutrisi,   gizi,   kesehatan








Cover Januari - Februari 2020